thumbnail

RPP Kelas 3 K13 Revisi 2018 Pertumbuhan dan Perkembangan Makhluk Hidup

Posted by Tentang Pendidikan on 20180907

RPP Kelas 3 K13 Revisi 2018 Pertumbuhan dan Perkembangan Makhluk Hidup
Perangkat Pembelajaran Kurikulum 2013 Revisi 2018 yang Admin bagikan yaitu untuk kegiatan belajar mengajar pada jenjang SD/MI di Kelas III. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD). Setiap pendidik pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. RPP disusun berdasarkan KD atau subtema yang dilaksanakan kali pertemuan atau lebih.

File RPP yang dibagikan pada kesempatan artikel ini yaitu untuk Tema 1 dengan judul Pertumbuhan dan Perkembangan Makhluk Hidup. Pembuatan RPP ini sesuai dengan Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 Revisi 2017 yang mana telah mengintegrasikan literasi, keterampilan abad 21 4C (Creative, Critical thinking, Communicative, dan Collaborative) dan HOTS (Higher Order Thinking Skill).

Bagi Anda yang merupakan Guru Kelas 3 pada jenjang Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiya, dan pada saat ini sedang membutuhkan contoh RPP yang baik dan benar untuk pembelajaran K13, yang pembuatan juga sesuai dengan Buku Guru dan Siswa revisi 2018, Anda dapat download file lengkapnya dibawah ini untuk Tema 1 Pertumbuhan dan Perkembangan Makhluk Hidup.
RPP Kelas 3 Tema 1 Kurikulum 2013 Revsi 2018
RPP Kelas 3 K13 Revisi 2018 Tema 1 Sub Tema 1.doc, Unduh
RPP Kelas 3 K13 Revisi 2018 Tema 1 Sub Tema 2.doc, Unduh
RPP Kelas 3 K13 Revisi 2018 Tema 1 Sub Tema 3.doc, Unduh
RPP Kelas 3 K13 Revisi 2018 Tema 1 Sub Tema 4.doc, Unduh

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang tersaji, Admin harapkan dapat memberikan manfaat dalam kegiatan belajar mengajar yang Bapak dan Ibu laksanakan di jenjang SD/MI.
September 07, 2018
thumbnail

Silabus RPP Prota Promes KI KD Pendidikan Agama Katolik (PAK) Kelas VII VIII IX K13 Tahun 2018

Posted by Tentang Pendidikan on 20180810

Pada kesempatan artikel ini Admin akan membahas mengenai Perangkat Pembelajaran pada jenjang SMP dan MTs yang merupakan sebuah tugas yang wajib untuk Setiap Guru Mata Pelajaran pada jenjang tersebut untuk memilikinya secara lengkap agar pembelajaran (Pemberian Materi) dapat berjalan dengan baik sesuai dengan Ketentuan Kurikulum yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran yaitu K13. Lalu apa saja file perangkat pembelajaran yang harus di miliki? Membantu Anda dapat memiliki file perangkat pembelajaran seperti Silabus, RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), PROTA (Program Tahunan), PROMES (Program Semester), KI dan KD (Kompetensi Dasar dan Inti), Analisis SKL (Standar Kompetensi Lulusan) Admin pada kesempatan artikel ini akan membagikannya secara lengkap untuk pembelajaran di tahun 2018.

Perangkat Pembelajaran yang Admin sebutkan di atas, pada kesempatan artikel ini akan ditujukan untuk Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti (PAK) untuk semester 1 gajil dan 2 genap. Bagi Anda yang merupakan seorang Guru yang mengampu pada mapel tersebut tentunya akan membutuhkan file-file tersebut. Perangkat Pembelajaran Seni Budaya yang tersaji pada kesempatan ini dibuat berdasarkan ketentuan Permendikbud untuk revisi Kurikulum 2013 tahun 2017.

Selengkapnya mengenai Perangkat pembelajaran tersebut untuk Kelas VII, VIII, IX SMP/MTs dapat Bapak dan Ibu download pada link yang tersedia dibawah ini :
Silabus RPP Prota Promes KI KD Pendidikan Agama Katolik (PAK) Kelas VII VIII IX K13 Tahun 2018

Perangkat Pembelajaran Silabus, RPP, Prota, Promes, KI dan KD, Analisis SKL Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik Kelas 7 8 9 Kurikulum 2013 Tahun 2018

LINK DOWNLOAD :
Silabus SMP Pendidikan Agama Kristen (PAK) Revisi 2017 (Download)
RPP Pendidikan Agama Kristen (PAK) VII (disini)
PROTA KELAS VII (disini)
PROSEM KELAS VII (disini)
KI dan KD VII (disini)
Analisis Keterkaitan SKL KI KD VII (disini)

Hadirnya file perangkat pembelajaran untuk Kelas 7, 8, 9 ini Admin harapkan dapat membantu Bapak dan Ibu Guru dalam kegiatan pembelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti pada jenjang SMP MTs Kurikulum 2013 yang akan dan sedang Anda laksanakan.
Agustus 10, 2018
thumbnail

Silabus RPP Prota Promes KI KD Pendidikan Agama Kristen (PAK) Kelas VII VIII IX K13 Tahun 2018

Posted by Tentang Pendidikan on

Pada kesempatan artikel ini Admin akan membahas mengenai Perangkat Pembelajaran pada jenjang SMP dan MTs yang merupakan sebuah tugas yang wajib untuk Setiap Guru Mata Pelajaran pada jenjang tersebut untuk memilikinya secara lengkap agar pembelajaran (Pemberian Materi) dapat berjalan dengan baik sesuai dengan Ketentuan Kurikulum yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran yaitu K13. Lalu apa saja file perangkat pembelajaran yang harus di miliki? Membantu Anda dapat memiliki file perangkat pembelajaran seperti Silabus, RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), PROTA (Program Tahunan), PROMES (Program Semester), KI dan KD (Kompetensi Dasar dan Inti), Analisis SKL (Standar Kompetensi Lulusan) Admin pada kesempatan artikel ini akan membagikannya secara lengkap untuk pembelajaran di tahun 2018.

Perangkat Pembelajaran yang Admin sebutkan di atas, pada kesempatan artikel ini akan ditujukan untuk Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti (PAK) untuk semester 1 gajil dan 2 genap. Bagi Anda yang merupakan seorang Guru yang mengampu pada mapel tersebut tentunya akan membutuhkan file-file tersebut. Perangkat Pembelajaran Seni Budaya yang tersaji pada kesempatan ini dibuat berdasarkan ketentuan Permendikbud untuk revisi Kurikulum 2013 tahun 2017.

Selengkapnya mengenai Perangkat pembelajaran tersebut untuk Kelas VII, VIII, IX SMP/MTs dapat Bapak dan Ibu download pada link yang tersedia dibawah ini :
Silabus RPP Prota Promes KI KD Pendidikan Agama Kristen (PAK) Kelas VII VIII IX K13 Tahun 2018

Perangkat Pembelajaran Silabus, RPP, Prota, Promes, KI dan KD, Analisis SKL Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen Kelas 7 8 9 Kurikulum 2013 Tahun 2018

LINK DOWNLOAD :
Silabus SMP Pendidikan Agama Kristen (PAK) Revisi 2017 (Download)
RPP Pendidikan Agama Kristen (PAK) VII (disini)
PROTA KELAS VII (disini)
PROSEM KELAS VII (disini)
KI dan KD Seni Budaya VII (disini)
Analisis Keterkaitan SKL KI KD SENI BUDAYA VII (disini)

Hadirnya file perangkat pembelajaran untuk Kelas 7, 8, 9 ini Admin harapkan dapat membantu Bapak dan Ibu Guru dalam kegiatan pembelajaran Pendidikan Agama Kristen pada jenjang SMP MTs Kurikulum 2013 yang akan dan sedang Anda laksanakan.
Agustus 10, 2018
thumbnail

Silabus RPP Prota Promes KI KD Seni Budaya Kelas VIII K13 Tahun 2018

Posted by Tentang Pendidikan on

Pada kesempatan artikel ini Admin akan membahas mengenai Perangkat Pembelajaran pada jenjang SMP dan MTs yang merupakan sebuah tugas yang wajib untuk Setiap Guru Mata Pelajaran pada jenjang tersebut untuk memilikinya secara lengkap agar pembelajaran (Pemberian Materi) dapat berjalan dengan baik sesuai dengan Ketentuan Kurikulum yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran yaitu K13. Lalu apa saja file perangkat pembelajaran yang harus di miliki? Membantu Anda dapat memiliki file perangkat pembelajaran seperti Silabus, RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), PROTA (Program Tahunan), PROMES (Program Semester), KI dan KD (Kompetensi Dasar dan Inti), Analisis SKL (Standar Kompetensi Lulusan) Admin pada kesempatan artikel ini akan membagikannya secara lengkap untuk pembelajaran di tahun 2018.

Perangkat Pembelajaran yang Admin sebutkan di atas, pada kesempatan artikel ini akan ditujukan untuk Mata Pelajaran Seni Budaya ( Seni Musik, Tari, Rupa) untuk semester 1 gajil dan 2 genap. Bagi Anda yang merupakan seorang Guru yang mengampu pada mapel tersebut tentunya akan membutuhkan file-file tersebut. Perangkat Pembelajaran Seni Budaya yang tersaji pada kesempatan ini dibuat berdasarkan ketentuan Permendikbud untuk revisi Kurikulum 2013 tahun 2017.

Selengkapnya mengenai Perangkat pembelajaran tersebut untuk Kelas VIII SMP/MTs dapat Bapak dan Ibu download pada link yang tersedia dibawah ini :
Silabus RPP Prota Promes KI KD Seni Budaya Kelas VIII K13 Tahun 2018

Perangkat Pembelajaran Silabus, RPP, Prota, Promes, KI dan KD, Analisis SKL Mata Pelajaran Seni Budaya Kelas 8 Kurikulum 2013 Tahun 2018

LINK DOWNLOAD :
Silabus SMP Seni Budaya Revisi 2017 (Download)
RPP Seni Musik VIII (disini)
PROTA KELAS VIII (disini)
PROSEM KELAS VIII (disini)
KI dan KD Seni Budaya VIII (disini)
Analisis Keterkaitan SKL KI KD SENI BUDAYA VIII (disini)
Hadirnya file perangkat pembelajaran untuk Kelas 8 ini Admin harapkan dapat membantu Bapak dan Ibu Guru dalam kegiatan pembelajaran Seni Budaya pada jenjang SMP MTs Kurikulum 2013 yang akan dan sedang Anda laksanakan.
Agustus 10, 2018
thumbnail

Silabus RPP Prota Promes KI KD Seni Budaya Kelas VII K13 Tahun 2018

Posted by Tentang Pendidikan on

Pada kesempatan artikel ini Admin akan membahas mengenai Perangkat Pembelajaran pada jenjang SMP dan MTs yang merupakan sebuah tugas yang wajib untuk Setiap Guru Mata Pelajaran pada jenjang tersebut untuk memilikinya secara lengkap agar pembelajaran (Pemberian Materi) dapat berjalan dengan baik sesuai dengan Ketentuan Kurikulum yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran yaitu K13. Lalu apa saja file perangkat pembelajaran yang harus di miliki? Membantu Anda dapat memiliki file perangkat pembelajaran seperti Silabus, RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), PROTA (Program Tahunan), PROMES (Program Semester), KI dan KD (Kompetensi Dasar dan Inti), Analisis SKL (Standar Kompetensi Lulusan) Admin pada kesempatan artikel ini akan membagikannya secara lengkap untuk pembelajaran di tahun 2018.

Perangkat Pembelajaran yang Admin sebutkan di atas, pada kesempatan artikel ini akan ditujukan untuk Mata Pelajaran Seni Budaya ( Seni Musik, Tari, Rupa) untuk semester 1 gajil dan 2 genap. Bagi Anda yang merupakan seorang Guru yang mengampu pada mapel tersebut tentunya akan membutuhkan file-file tersebut. Perangkat Pembelajaran Seni Budaya yang tersaji pada kesempatan ini dibuat berdasarkan ketentuan Permendikbud untuk revisi Kurikulum 2013 tahun 2017.

Selengkapnya mengenai Perangkat pembelajaran tersebut untuk Kelas VII SMP/MTs dapat Bapak dan Ibu download pada link yang tersedia dibawah ini :
Silabus RPP Prota Promes KI KD Seni Budaya Kelas VII K13 Tahun 2018

Perangkat Pembelajaran Silabus, RPP, Prota, Promes, KI dan KD, Analisis SKL Mata Pelajaran Seni Budaya Kelas 7 Kurikulum 2013 Tahun 2018

LINK DOWNLOAD :
Silabus SMP Seni Budaya Revisi 2017 (Download)
RPP Musik VII (disini)
PROTA KELAS VII (disini)
PROSEM KELAS VII (disini)
KI dan KD Seni Budaya VII (disini)
Analisis Keterkaitan SKL KI KD SENI BUDAYA VII (disini)

Hadirnya file perangkat pembelajaran untuk Kelas 7 ini Admin harapkan dapat membantu Bapak dan Ibu Guru dalam kegiatan pembelajaran Seni Budaya pada jenjang SMP MTs Kurikulum 2013 yang akan dan sedang Anda laksanakan.
Agustus 10, 2018
thumbnail

Download RPP Silabus Prota Promes SD/MI Kelas 1 K13 Tahun 2018

Posted by Tentang Pendidikan on 20180807

Pada kesempatan tulisan artikel ini Admin akan membagikan file secara lengkap perihal perangkat pembelajaran untuk Kelas 1 jenjang SD (Sekolah Dasar) dan MI (Madrasah Ibtidaiyah). File yang Admin bagikan ini diharapkan dapat membantu kegiatan pembelajaran yang Bapak dan Ibu laksanakan pada semester 1 ganjil dan 2 genap di Tahun 2018. File perangkat pembelajaran yang akan Admin bagikan di antarnya yaitu RPP, Silabus, Prota, Promes, KI-KD, Pemetaan KD, dan KKM. Untuk RPP sediri terdiri dari 8 tema yang masing-masing sudah lengkap dengan sub-tema yang di dalamnya juga telah di isi kompen Literai, PPK, 4C dan HOTS.

Perangkat pembelajaran yang Admin bagikan dibuat berdasarkan ketentuan permendidkbud untuk kegiatan pembelajaran Kurikulum 2013. Hasil untuk revisi 2017 di terapkan pada perangkat pembelajaran ini yang tentunya menjadi sebuah rekomendasi untuk Anda gunakan. Selengkapnya mengenai file-file tersebut yang telah Admin sebutkan diatas, dapat Bapak dan Ibu Guru Kelas I download pada link dibawah ini.
Download RPP Silabus Prota Promes SD/MI Kelas 1 K13 Tahun 2018
Download Perangkat Pembelajaran K13 :
RPP TEMA 1 Diriku
RPP TEMA 2 Kegemaranku
RPP TEMA 3 Kegiatanku
RPP TEMA 4 Keluargaku
RPP TEMA 5 Pengalamanku
RPP TEMA 6 Lingkungan bersih sehat dan asri
RPP TEMA 7 Benda, Hewan dan tanaman di sekitarku
RPP TEMA 8 Peristiwa alam
KI-KD
KKM
Pemetaan KD / KI-3 (Pengetahuan)
PROMES
PROTA
Silabus

Perangkat Pembelajaran RPP Silabus Prota Promes SD/MI Kelas 1 K13 Tahun 2018

Dengan adanya file perangkat pembelajaran ini, Admin harapkan dapat membantu Bapak dan Ibu Guru dalam memaksimalkan kegiatan KBM yang dilaksanakan di Kelas I. Dan semoga perangkat pembelajaran yang tersaji dapat juga membantu Anda dalam memiliki file yang lengkap untuk tahun pelajaran 2018/2019.
Agustus 07, 2018
thumbnail

Analisis SKL, KI, KD, Indikator, Pengembangan Silabus, Prota, dan Prosem Matematika SD K13 Tahun 2018

Posted by Tentang Pendidikan on 20180718

Analisis SKL, KI, KD, Indikator, Pengembangan Silabus, Prota, dan Prosem Matematika SD K13 Tahun 2018
Pada kesempatan artikel ini Admin akan berbagai sebuah file berkal dari kegiatan pendidikan dan latihan bimbingan teknis Kurikulum 2013 Tahun 2018 Sekolah Dasar (SD). File yang akan Admin bagikan pada kesempatan artikel ini yaitu mengenai Analisis SKL, KI, KD, Indikator, Pengembangan Silabus, Program Tahunan (Prota) Dan Program Semester (Prosem) Mata Pelajaran Matematika K13.

Matematika merupakan ilmu universal yang berguna bagi kehidupan manusia dan juga  mendasari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern, serta mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin untukmeningkatkan dan mengembangkandayapikir manusia. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini dilandasi oleh perkembangan matematika di bidang teori bilangan, aljabar, analisis, teori peluang, dan matematika diskrit.  Untuk menguasai dan mencipta teknologi di masa depan, diperlukan penguasaan dan pemahaman atas matematika yang kuat sejak dini.
Dengan belajar matematika peserta didik diharapkan akan memperoleh manfaat sebagai berikut.
a. Mampu berpikir secara sistematis melalui urutan-urutan yang teratur dan tertentu, terbiasa untuk memecahkan masalah secara sistematis, sehingga dapat menerapkannya dalam kehidupan nyata, dan bisa menyelesaikan setiap masalah dengan lebih mudah.
b. Mampu berpikir secara deduktif dan induktif untuk membangun dan mengembangkan penalaran matematika yang bersifat deduktif.
c. Mampu membentuk sikap yang lebih teliti, cermat, akurat dalam bertindak, taat pada aturan dan prosedur. 
d. Mampu menggunakan dan mengaplikasikan matematika dalam kehidupan nyata.
Kecakapan atau kemahiran matematika merupakan bagian dari kecakapan hidup yang harus dimiliki peserta didik terutama dalam pengembangan penalaran, komunikasi, dan pemecahan masalah yang dihadapi dalam kehidupan peserta didik sehari-hari. Oleh karena itu mata pelajaran Matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari Sekolah Dasar, untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, inovatif dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk  hidup lebih baik pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan sangat kompetitif. Dalam melaksanakan pembelajaran matematika, diharapkan bahwa peserta didik harus dapat merasakan kegunaan belajar matematika.
Berdasarkan pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar  Pelajaran pada Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, pasal 1 ayat (3) dinyatakan bahwa Pelaksanaan pembelajaran pada Sekolah Dasar/MadrasahIbtidaiyah (SD/MI) dilakukan dengan pendekatanpembelajaran tematik-terpadu, kecuali untuk mata pelajaranMatematika dan Pendidikan Jasmani Olahraga danKesehatan (PJOK) sebagai mata pelajaran yang berdirisendiri untuk kelas IV, V, dan VI.
Oleh karena itu diperlukan panduan guru dalam memahami Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Kompetensi Inti (KI), dan Kompetensi Dasar (KD), serta merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) mata pelajaran matematika. Kemampuan guru dalam memahami SKL, KI, KD, dan IPK merupakan prasyarat untuk mendesain pembelajaran yang sistematis dalam bentuk silabus dan menerjemahkan yang  lebih operasional dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mata pelajaran matematika.
Untuk menghadapi tantangan global dan abad ke 21, pembelajaran matematika perlu mengintegrasikan pendidikan karakter. Nilai-nilai yang dapat dikuatkan  mencakup lima (5) nilai utama karakter yang terdiri dari Nilai Religiusitas,  diantaranya beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, taat beribadah, bersyukur, berdoa sebelum dan sesudah beraktivitas. Nilai Nasionalisme, diantaranya cinta tanah air, semangat kebangsaan, menghargai kebhinekaan, menghayati lagu nasional dan lagu daerah, cinta produk Indonesia, cinta damai, rela berkorban, taat hukum. Nilai Kemandirian, diantaranya disiplin, percaya diri, rasa ingin tahu, tangguh, bekerja keras, mandiri, kreatif-inovatif, pembelajar sepanjang hayat. Nilai Gotong Royong, diantaranya suka menolong, bekerjasama, peduli sesama, peduli lingkungan, kebersihan dan kerapian, kekeluargaan, aktif dalam kegiatan kemasyarakatan. Nilai Integritas, diantaranya jujur, rendah hati, santun, tanggung jawab, keteladanan, komitmen moral, cinta kebenaran, menepati janji, anti korupsi.
Penguatan pendidikan karakter berbasis kelas untuk mata pelajaran matematika dapat menggunakan kompetensi abad 21, yaitucritical thinking (kemampuan berpikir kritis), collaboration (kolaborasi), creativity (kreativitas), dan communication (komunikasi)- atau 4C serta keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills/HOTS).

B. TUJUAN
Tujuan dari pelatihan ini adalah sebagai berikut.
1. Peserta mampu  menganalisis keterkaitan SKL, KI, KD, Indikatordengan benar.
2. Peserta mampu merumuskan IPK sesuai dengan kompetensi dasar muatan pelajaran.
3. Peserta dapat memahami dan menyusun silabus mata pelajaran matematika terintegrasi penguatan karakter peserta didik melalui PPK berbasis kelas, PPK berbasis budaya sekolah, dan PPK berbasis masyarakat, dengan kegiatan literasi, 4 C dan HOTSmenjadi strategi implementasinya.
4. Peserta dapat memahami dan menyusun program tahunan (prota) untuk mata pelajaran matematika.
5. Peserta dapat memahami dan menyusun program semester (prosem) untuk mata pelajaran matematika.
6. Peserta dapat memahami dan menyusun RPP mata pelajaran matematika terintegrasi penguatan karakter peserta didik melalui PPK berbasis kelas, PPK berbasis budaya sekolah, dan PPK berbasis masyarakat, dengan kegiatan literasi, 4 C dan HOTS menjadi strategi implementasinya.

C. HASIL YANG DIHARAPKAN
Hasil yang diharapkan dari pelatihan ini adalah peserta  dapat meningkatkan pemahaman tentang  SKL, KI, KD, dan IPK serta pembelajaran matematika terintegrasi penguatan karakter peserta didik melalui PPK berbasis kelas, PPK berbasis budaya sekolah, dan PPK berbasis masyarakat dengan kegiatan literasi, 4 C dan HOTS menjadi strategi implementasinya.
D. BAHAN BACAAN
1. Dokumen tentang Penguatan Pendidikan Karakter diantaranya Peraturan Presiden nomer 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter, Permendikbud terkait PPK dan Kebijakan dan Konsep Dasar tentang PPK.
2. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 20 tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah.
3. Peraturan Menteri  Pendidikan dan Kebudayaan No 22 tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.
4. Peraturan Menteri  Pendidikan dan Kebudayaan No 24 tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran pada Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Buku Siswa
6. Buku Guru
7. PPT tentang:
a. Analisis SKL, KI, KD, IPK Mata pelajaran Matematika
b. Pengembangan Silabus Matematika,
c. Penyusunan Prota dan Prosem Matematika.
d. Penyusunan RPP Matematika.

E. DESKRIPSI MATERI
1. Standar Kompetensi Lulusan
Sesuai Permendikbud Nomor 24 tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL),  dinyatakan  setiap lulusan satuan pendidikan dasar dan menengah diharapkan memiliki kompetensi pada tiga dimensi, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Lulusan SD/MI/SDLB/Paket A; SMP/MTs/SMPLB/Paket B; dan SMA/MA/ SMALB/Paket C memiliki kompetensi pada dimensi sikap sebagai berikut.
Istilah pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural, dan metakognitif pada masing-masing satuan pendidikan dijelaskan pada matriks berikut.
2 Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
Menurut Permendikbud Nomor 24 Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar  pelajaran pada kurikulum 2013 pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah, Pasal 2 ayat (1)Kompetensi inti pada kurikulum 2013 merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai standar kompetensi lulusan yang harus dimiliki seorang peserta didik pada setiap tingkat kelas. Melalui Kompetensi Inti, sinkronisasi horisontal berbagai Kompetensi Dasar antar mata pelajaran pada kelas yang sama dapat dijaga. Selain itu sinkronisasi vertikal berbagai Kompetensi Dasar pada mata pelajaran yang sama pada kelas yang berbeda dapat dijaga pula.
Rumusan Kompetensi Inti menggunakan notasi sebagai berikut:
1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk Kompetensi Inti sikap spiritual;
2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk Kompetensi Inti sikap sosial;
3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk Kompetensi Inti pengetahuan; dan
4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk Kompetensi Inti keterampilan.
Pada ayat (2) dinyatakan bahwa Kompetensi Dasar merupakan kemampuan dan materi pembelajaran minimal yang harus dicapai peserta didik untuk suatu mata pelajaran pada masing-masing satuan pendidikan yang mengacu pada kompetensi inti.
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler. Di dalam kompetensi sikap spiritual dan kompetensi sikap sosial terkandung lima nilai utama karakter yaitu religiusitas, nasionalisme, kemandirian, gotong royong, dan integritas.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual, yaitu “Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial, yaitu “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru”. Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.Proses pembelajaran dengan menumbuhkan dan mengembangkan kompetensi sikap dapat diintegrasikan dengan lima nilai utama penguatan pendidikan karakter yaitu nilai religiusitas, nasionalisme, kemandirian, gotong royong dan integritas.



3. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
a. Pengertian  IPK
Indikator pencapaian kompetensi (IPK) merupakan penanda pencapaian KD yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur. IPK dikembangkan sesuai dengan karakteristik siswa, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah, dan dirumuskan dalam kata kerja operasional (KKO) yang terukur dan/atau dapat diobservasi.
Dalam mengembangkan IPK perlu dipertimbangkan: (a) tuntutan kompetensi yang dapat dilihat melalui kata kerja yang digunakan dalam KD; (b) karakteristik mata pelajaran, siswa, dan sekolah; (c) potensi dan kebutuhan siswa, masyarakat, dan lingkungan/daerah.
b. Fungsi IPK
IPK memiliki kedudukan yang sangat strategis dalam mengembangkan pencapaian kompetensi dasar. IPK berfungsi sebagai berikut:
1) Pedoman dalam mengembangkan materi pembelajaran
Pengembangan materi pembelajaran harus sesuai dengan indikator yang dikembangkan. IPK yang dirumuskan secara cermat dapat memberikan arah dalam pengembangan materi pembelajaran yang efektif sesuai dengan karakteristik mata pelajaran, potensi dan kebutuhan siswa, sekolah, serta lingkungan.
2)  Pedoman dalam mendesain kegiatan pembelajaran
Pengembangan desain pembelajaran hendaknya sesuai dengan IPK yang dikembangkan, karena IPK dapat memberikan gambaran kegiatan pembelajaran yang efektif untuk mencapai kompetensi. IPK yang menuntut kompetensi dominan pada aspek prosedural menunjukkan agar kegiatan pembelajaran dilakukan tidak dengan strategi ekspositori melainkan lebih tepat dengan strategi discovery-inquiry.

3)  Pedoman dalam mengembangkan bahan ajar
Bahan ajar perlu dikembangkan oleh guru guna menunjang pencapaian kompetensi siswa. Pemilihan bahan ajar yang efektif harus sesuai tuntutan IPK sehingga dapat meningkatkan pencapaian kompetensi secara maksimal.
4) Pedoman dalam merancang dan melaksanakan penilaian hasil belajar
Indikator menjadi pedoman dalam merancang, melaksanakan, serta mengevaluasi hasil belajar. Rancangan penilaian memberikan acuan dalam menentukan bentuk dan jenis penilaian, serta pengembangan indikator penilaian.
c. Mekanisme Pengembangan IPK
Pengembangan IPK harus mengakomodasi kompetensi  yang tercantum dalam KD.IPK dirumuskan dalam bentuk kalimat dengan menggunakan kata kerja operasional. Rumusan IPK sekurang-kurangnya mencakup dua hal yaitu tingkat kompetensi dan materi yang menjadi media pencapaian kompetensi, termasuk didalamnya karakter siswa.
Dalam merumuskan indikator yang harus diperhatikan adalah:
1) menggunakan kata kerja operasioal yang sesuai, sehingga dapat diukur/diamati
2) kata kunci setiap kompetensi dasar.

4. Pedoman Pengembangan Silabus
a. Pengertian
Silabus adalah rencana pembelajaran pada  mata pelajaran atau tema tertentu yang mencakup Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Silabus dikembangkan oleh pemerintah, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan sesuai dengan kewenangan masing-masing.

b. Prinsip Pengembangan Silabus
Dalam mengembangkan silabus, baik oleh Pemerintah, pemerintah Daerah, maupun satuan pendidikan, perlu memperhatikan prinsip berikut:
1. Kompetensi yang dikembangkan hendaknya memberi penekanan bahwa pembelajaran merupakan proses pencapaian kompetensi yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi untuk menyelesaikan masalah dengan berpikir kritis, inovatif, kreatif, serta berkomunikasi secara efektif dengan berbagai pihak demi kehidupan bersama manusia secara damai dan harmonis.
2. Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
3. Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus relevan dengan tingkat perkembangan spiritual, fisik, intelektual, sosial, dan emosional peserta didik.
4. Komponen-komponen silabus harus sistematis artinya saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi yang dipersyaratkan
5. Adanya hubungan yang konsisten (ajeg, taat asas) antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok, kegiatan pembelajaran dan penilaian, serta sumber belajar.
6. Cakupan indikator, materi pokok/pembelajaran, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar.
7. Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, lingkungan, dan konteks kehidupan sehari-hari.
8. Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi berbagai ragam kurikulum yang memiliki nilai relevansi dengan tuntutan dan kebutuhan serta kehidupan peserta didik, masyarakat, pengembang kurikulum daerah, dan jenjang pendidikan berikutnya.
9. Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi sikap spiritual, sosial, pengetahuan, dan keterampilan. Komponen silabus mencakup Kompetensi Dasar, Materi pembelajaran dan Contoh Kegiatan pembelajaran. Dalam pengembangannya perlu memperhatikan: (a) keselarasan antara ide, desain, dan pelaksanaan kurikulum, (b) mudah diajarkan/dikelola oleh guru, (c) mudah dipelajari oleh peserta didik, (d) teramati dan terukur pencapaiannya, (e) bermakna untuk dipelajari sebagai bekal untuk kehidupan dan kelanjutan pendidikan peserta didik.
10. Penyusunan silabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakan dalam struktur kurikulum pertahun, persemester, dan alokasi waktu mata pelajaran.
11. Implementasi pembelajaran persemester menggunakan penggalan silabus sesuai dengan kompetensi dasar mata pelajaran dengan alokasi waktu sesuai struktur kurikulum.
c. Komponen Silabus
Silabus merupakan acuan penyusunan kerangka pembelajaran untuk setiap bahan kajian mata pelajaran. Silabus paling sedikit memuat:
1) Identitas mata pelajaran (Untuk mata pelajaran yang berdiri sendiri);
2) Identitas sekolah meliputi nama satuan pendidikan dan kelas;
3) Kompetensi inti, merupakan gambaran secara kategorial mengenai kompetensi dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran;
4) Kompetensi dasar, merupakan kemampuan spesifik yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang terkait muatan atau mata pelajaran;
5) materi pokok, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi;
6) pembelajaran, yaitu kegiatan yang dilakukan oleh pendidik dan peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan;
7) penilaian, merupakan proses pengumpulan dan pengolahaninformasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik;
8) alokasi waktu sesuai dengan jumlah jam pelajaran dalam strukturkurikulum untuk satu semester atau satu tahun; dan
9) sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik,alam sekitar atau sumber belajar lain yang relevan.
d. Langkah-Langkah Pengembangan Silabus
1. Menuliskan identitas sekolah, mata pelajaran, pada kelas dan semester tertentu
2. Mengkaji:
a) KD pengetahuan dan keterampilan mata pelajaran Matematika sebagaimana tercantum pada dokumen KI/KD (Permendikbud No. 24 tahun 2016 tentang KI/KD).
b) Mengidentifikasi materi pokok yang tercantum pada rumusan KD termasuk keluasan dan kedalamannya sesuai dengan konstruk keilmuan.
c) Merancang kegiatan pembelajaran sesuai dengan kompetensi dasar yang dipersyaratkan.
d) Merancang kegiatan penilaian yang terintegrasi dengan kegiatan pembelajaran. Penilaian atas pembelajaran (assesment of learning) dilakukan untuk mengukur capaian peserta didik terhadap kompetensi yang telah ditetapkan. Penilaian untuk pembelajaran (assesment for learning) memungkinkan pendidik menggunakan informasi kondisi peserta didik untuk memperbaiki pembelajaran. Sedangkan penilaian sebagai pembelajaran (assesment as learning) memungkinkan peserta didik melihat capaian dan kemajuan belajarnya untuk menentukan target belajar. Penilaian diarahkan untuk menilai seluruh kompetensi baik sikap, pengetahuan, maupun keterampilan.Penilaian di tingkat satuan pendidikan dideskripsikan sesuai dengan mata pelajaran sudah memuat jenis, teknik, dan instrumen penilaian yang akan digunakan.
e) Menetapkan alokasi waktu tatap muka untuk menyelesaikan ketuntasan kompetensi dasar baik sikap, pengetahuan, maupun keterampilan sesuai dengan alokasi waktu yang terdapat dalam struktur kurikulum dengan mempertimbangkan keluasan, kedalaman, dan tingkat kesulitan.
f) Menentukan sumber belajar dan media pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi dan materi pokok yang dikembangkan dapat berupa buku (cetak dan digital), media cetak dan elektronik, lingkungan (alam, sosial, dan budaya) sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan.
e.  Pengembang Silabus
Pengembangan silabus dapat dilakukan oleh guru secara mandiri atau berkelompok dalam sebuah sekolah/madrasah atau beberapa sekolah dalam satu gugus sekolah, tim pengembang kurikulum (TPK) baik di tingkat Pusat dan Daerah, kelompok kerja guru (KKG), dan Dinas Pendidikan (Kabupaten/Kota).
1. Disusun secara mandiri oleh guru apabila guru yang bersangkutan mampu mengenali karakteristik peserta didik, kondisi sekolah/madrasah dan lingkungannya.
2. Di SD/MI semua guru kelas, dari kelas I sampai dengan kelas VI, menyusun silabus secara bersama.
3. Sekolah/Madrasah yang belum mampu mengembangkan silabus secara mandiri, dapat mengembangkan secara bersama-sama dengan sekolah/madrasah lain, atau melalui forum KKG.
4. Dinas Pendidikan dapat menyelenggarakan forum untuk mengembangkan silabus sesuai dengan tingkat dan jenjang pendidikan yang merupakan binaannya.
5. Pedoman Pengembangan Prota dan Prosem
a. Program Tahunan (Prota)
Program Tahunan merupakan rencana umum pelaksanaan pembelajaran tematik terpadu atau mata pelajaran yang berisi rencana penetapan alokasi waktu satu tahun pembelajaran. Program tahunan perlu dipersiapkan dan dikembangkan oleh guru sebelum tahunpelajaran, karena merupakan pedoman bagi pengembangan program-program berikutnya, yakni Program Semester, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.
Langkah-langkah perancangan Program Tahunan:
1. Menelaah jumlah KD dalam satu tahun pada suatu kelas.
2. Menghitung jumlah Minggu Belajar Efektif (MBE) dalam satu tahun.
3. Mendistribusikan alokasi waktu Minggu Belajar Efektif (MBE) untuk seluruh KD.
Dalam menyusun Program Tahunan, komponen yang harus ada sebagai berikut.
- Identitas (kelas, muatan pelajaran, tahun pelajaran)
- Format isian (Nomor, KD, dan alokasi waktu).
Guru diberikan kebebasan menentukan format yang digunakan.
b. Program Semester (Prosem)
Program semester (Prosem) merupakan penjabaran dari program tahunan sehingga program tersebut tidak dapat disusun sebelum tersusun program tahunan.
Langkah-langkah perancangan program semester:
1. Menelaah kalender pendidikan dan ciri khas satuan pendidikan berdasarkan kebutuhan tingkat satuan pendidikan.
2. Menandai hari-hari libur, permulaan tahun pelajaran, minggu pembelajaran efektif, dan waktu pembelajaran efektif (per minggu). Hari-hari libur meliputi:
- Jeda tengah semester
- Jeda antar semester
- Libur akhir tahun pelajaran
- Hari libur keagamaan
- Hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional
- Hari libur khusus
3. Menghitung jumlah Hari Belajar Efektif (HBE) dan Jam Belajar Efektif (JBE) setiap bulan dan semester dalam satu tahun.
4. Mendistribusikan alokasi waktu yang disediakan untuk semua KD serta mempertimbangkan waktu untuk ulangan serta review materi.
Program semester berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester tersebut. Pada umumnya program semester ini berisikan:
- Identitas (satuan pendidikan, mata pelajaran, kelas/semester, tahun pelajaran)
- Format isian (KD,alokasi waktu, dan bulan yang terinci per minggu, dan keterangan yang diisi kapan pelaksanaan pembelajaran berlangsung.
Secara sederhana teknik pengisian program semester sama seperti program tahunan. Beberapa komponen yang sudah ada dalam program tahunan tinggal memindah saja (KD). Seperti program tahunan, program semester juga banyak alternatifnya.


6. Pedoman Pengembangan  RPP Mata Pelajaran Matematika
a. Pengertian
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih.  RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD). Setiap pendidik pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif,inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi peserta didikuntuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagiprakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, danperkembangan fisik serta psikologis peserta didik. RPP disusunberdasarkan KD atau subtema yang dilaksanakan kali pertemuan ataulebih. (Permendikbud No. 22 tahun 2016)
b. Komponen RPP
Komponen RPP sesuai Permendikbud Nomor 22 tahun 2016 terdiri atas:
1) identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan;
2) identitas mata pelajaran atau tema/subtema;
3) kelas/semester;
4) materi pokok;
5) alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar dengan mempertimbangkanjumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yangharus dicapai;
6) tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dandiukur, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
7) kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi;
8) materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai denganrumusan indikator ketercapaian kompetensi;
9) metode pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai KD yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan KD yang akan dicapai;
10) media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran;
11)  sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan;
12) langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti, dan penutup; dan
13) penilaian hasil pembelajaran.
Catatan:  Komponen RPP tersebut di atas bersifat minimal, artinya setiap satuan pendidikan diberikan peluang untuk menambah komponen lain, selama komponen tersebut memberikan kemudahan dalam pelaksanaan pembelajaran

c. Prinsip - Prinsip Penyusunan RPP
Mekanisme pelaksanaan pembelajaran mencakup perencanaan, pelaksanaan (termasuk didalamnya kegiatan evaluasi), dan pertimbangan daya dukung. Tahap pertama, perencanaan pembelajaranyangdiwujudkan dengan kegiatan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
Dalam menyusun RPP hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut:
1) Penguatan karakter siswa melalui PPK berbasis kelas, berbasis budaya sekolah dan berbasis masyarakat diperkaya dengan literasi, kompetensi abad 21 (4C) dan HOTS. Integrasi ini dapat dilakukan pada indikator, tujuan, kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, kegiatan penutup maupun penilaian.
2) Perbedaan individual siswa antara lain kemampuan awal, tingkat intelektual, bakat, potensi, minat, motivasi belajar, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan siswa.
3) Partisipasi aktif siswa.
4) Berpusat pada siswa untuk mendorong semangat belajar, motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, inovasi dan kemandirian.
5) Pengembangan budaya membaca dan menulis yang dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan.
6) Pemberian umpan balik dan tindak lanjut RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi.
7) Penekanan pada keterkaitan dan keterpaduan antara KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar.
8) Penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi
d. Langkah – langkah Penyusunan  RPP
a. Mengkajisilabus mata pelajaran matematika meliputi: (1) KI dan KD; (2) materi pembelajaran; (3)proses pembelajaran; (4) penilaian pembelajaran; (5) alokasi waktu; dan (6) sumber belajar.
b. MerumuskanindikatorpencapaianKD.
c. Merumuskan tujuan pembelajaran.
d. Mengembangkan materi pembelajaran. MateriPembelajarandapatberasaldaribukutekspelajaran (buku siswa) dan buku panduan guru, sumber belajar lain berupa muatan lokal,materi kekinian, konteks pembelajaran dari lingkungansekitaryang dikelompokkan menjadi materi untuk pembelajaranreguler, pengayaan, dan remedial.
e. Menjabarkan kegiatan pembelajaran yangadapada silabus dalam bentukyang lebih operasionalberupapendekatan saintifik disesuaikan dengan kondisi siswa dan satuanpendidikantermasuk penggunaan media,alat, bahan, dan sumber belajar.
f. Menentukan alokasi waktu untuk setiap pertemuan berdasarkan alokasiwaktu padasilabus.Selanjutnya dibagi ke dalam kegiatanpendahuluan, inti, dan penutup.
g. Mengembangkan penilaian pembelajaran dengan cara menentukanlingkup, teknik, dan instrumen penilaian, serta membuatpedoman penskoran.
h. Menentukanstrategipembelajaranremedialsegerasetelah dilakukan penilaian.
i. Menentukan  Media,  Alat,  Bahan,  dan  Sumber  Belajar disesuaikan  dengan yang  telah  ditetapkandalamlangkah penjabaran proses pembelajaran.

7. Inspirasi Pembelajaran Mata Pelajaran Matematika
a. Pendahuluan
Matematika merupakan ilmu universal yang berguna bagi kehidupan manusia dan juga mendasari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern, serta mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin untukmeningkatkan dan mengembangkandayapikir manusia. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini dilandasi oleh perkembangan matematika di bidang teori bilangan, aljabar, analisis, teori peluang, dan matematika diskrit.  Untuk menguasai dan mencipta teknologi di masa depan, diperlukan penguasaan dan pemahaman atas matematika yang kuat sejak dini.
NCTM (National Council of Teachers of Mathematics, 2000) menyatakan pentingnya matematika dengan pernyataan berikut: “In this changing world, those who understand and can do mathematics will have significantly enhanced opportunities and options for shaping their futures. Mathematical competence opens doors to productive futures. A lack of mathematical competence keeps those doors closed.” Dalam dunia yang terus berubah ini, siapa saja yang memahami dan terampil dalam matematika akan secara signifikan meningkatkan kesempatan dan pilihan untuk membentuk masa depannya. Kompetensi matematis membuka pintu masa depan yang produktif. Ketiadaan kompetensi matematis membiarkan pintu-pintu tersebut tetap tertutup. Bagi seorang peserta didik keberhasilan mempelajari matematika akan membuka pintu karir yang cemerlang. Bagi para warga negara, penguasaan matematika akan menunjang pengambilan keputusan yang tepat. Bagi suatu negara, kompetensi matematis akan menyiapkan warganya untuk bersaing dan berkompetisi di bidang ekonomi dan teknologi.
Kurikulum matematika saat ini mendorong agar praktek pembelajaran matematika beralih dari pembelajaran yang bersifat teacher-centered ke pembelajaran yang bersifat student-centered, dan mengubah para peserta didik yang sebelumnya merupakan pembelajar yang pasif (passive learners) menjadi peserta didik merupakan pembelajar yang aktif (active learners) (NCTM, 1989, 2000). Dalam pembelajaran matematika, seperti dikemukakan dalam NCTM (1989, 2000) diharapkan para peserta didik akan meningkat kemampuannya dalam hal penalaran (reasoning), pemecahan masalah (problem solving), komunikasi matematis (mathematical communication), koneksi-koneksi matematis (mathematical connections), dan dalam hal menggunakan representasi matematis(mathematical representation). Menurut Brownell (dalam Reys, Suydam, Lindquist, & Smith, 1998), matematika dapat dipandang sebagai suatu sistem yang terdiri atas ide, prinsip, dan proses sehingga keterkaitan antar aspek-aspek tersebut harus dibangun dengan penekanan bukan pada memori atau hapalan melainkan pada aspek penalaran atau intelegensi anak. Untuk terbentuknya kemampuan koneksi matematik tersebut, dalam NCTM Standards (2000) dijelaskan bahwa pembelajaran matematika harus diarahkan pada pengembangan kemampuan berikut: (1) memperhatikan serta menggunakan koneksi matematik antar berbagai ide matematik, (2) memahami bagaimana ide-ide matematik saling terkait satu dengan lainnya sehingga terbangun pemahaman menyeluruh, dan (3) memperhatikan serta menggunakan matematika dalam konteks di luar matematika (Didi Suryadi, 2011).
Studi Trend in International Mathematics and Science Study (TIMSS) dan Program for International Student Assessment (PISA) telah menjadi standar baru bagi pembelajaran matematika. Salah satu tujuan studi dari TIMSS dan PISA yaitu mengetahui kemampuan peserta didik dalam penalaran, mengidentifikasi, dan memahami, serta menggunakan dasar-dasar matematika yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Atau dengan kata lain, peserta didik harus memiliki literasi matematika. Konsep tentang literasi matematika dimaksudkan kemampuan individu untuk memformulasikan, menggunakan, dan menginterpretasikan matematika dalam berbagai konteks. Hal ini termasuk penalaran matematis dan menggunakan konsep-konsep matematika, prosedur, fakta, dan peralatan untuk menggambarkan, menjelaskan, dan memprediksi penomena atau peristiwa (OECD, 2013).
Survei TIMSS yang dilakukan oleh The International Association for the Evaluation and Educational Achievement (IAE) berkedudukan di Amsterdam, mengambil fokus pada domain isi matematika dan kognitif siswa. Domain isi meliputi Bilangan, Aljabar, Geometri, Data dan Peluang, sedangkan domain kognitif meliputi pengetahuan, penerapan, dan penalaran. Survei dilakukan setiap 4 (empat) tahun yang diadakan mulai tahun 1999, khusus untuk peserta didik berusia 14 tahun. Hasil analisis lebih jauh untuk studi TIMSS menunjukkan bahwa soal-soal yang digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik dibagi menjadi empat kategori, yaitu: low mengukur kemampuan sampai level knowing , intermediate mengukur kemampuan sampai level applying, high mengukur kemampuan sampai level reasoning, dan advance mengukur kemampuan sampai level reasoning with incomplete information. Sedangkan studi PISA, yang diselenggarakan oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) sebuah badan PBB yang berkedudukan di Paris, bertujuan untuk mengetahui literasi matematika siswa. Fokus studi PISA adalah kemampuan peserta didik dalam mengidentifikasi dan memahami serta menggunakan dasar-dasar matematika yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Studi dilakukan setiap 3 (tiga) tahun yang dilakukan mulai tahun 2000, untuk peserta didik berusia 15 tahun. Berdasarkan analisis hasil PISA 2009, ditemukan bahwa dari 6 (enam) level kemampuan yang dirumuskan di dalam studi PISA, hampir semua peserta didik Indonesia hanya mampu menguasai pelajaran sampai level 3 (tiga) saja, sementara negara lain yang terlibat di dalam studi ini banyak yang mencapai level 4 (empat), 5 (lima), dan 6 (enam).
Indonesia telah empat kali mengikuti TIMSS pada tahun 1999, 2003, 2007, dan 2011 dan beberapa kali mengikuti PISA (Sri Whardani, 2011). Laporan hasil studi TIMSS dan PISA secara umum menyimpulkan bahwa:
a) Peserta didik belum mampu mengembangkan kemampuan berpikirnya secara optimum dalam mata pelajaran matematika di sekolah.
b) Proses pembelajaran matematika belum mampu menjadikan peserta didik mempunyai kebiasaan membaca sambil berpikir dan bekerja agar dapat memahami informasi esensial dan strategis dalam menyelesaikan soal.
c) Dari penyelesaian soal-soal yang dibuat siswa, tampak bahwa dosis mekanistik masih terlalu besar dan dosis penalaran masih rendah.
d) Mata pelajaran matematika bagi peserta didik belum menjadi “sekolah berpikir”. Peserta didik masih cenderung “menerima” informasi kemudian melupakannya sehingga mata pelajaran matematika belum mampu membuat peserta didik cerdik, cerdas, dan cekatan.
e) Hasil studi TIMSS (Trends in International Mathematics and Science Study) menunjukkan peserta didik Indonesia berada pada rangking amat rendah dalam kemampuan (1) memahami informasi yang komplek, (2) teori, analisis dan pemecahan masalah, (3) pemakaian alat, prosedur dan pemecahan masalah dan (4) melakukan investigasi. Hasil-hasil ini menunjukkan perlu ada perubahan orientasi kurikulum, yaitu tidak membebani peserta didik dengan konten namun mengutamakan pada aspek kemampuan esensial yang diperlukan semua warga negara untuk berperan serta dalam membangun negaranya pada abad 21.
Studi TIMSS dan PISA tersebut intinya terletak pada kekuatan penalaran matematis peserta didik serta kemampuan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menunjukkan kelemahan peserta didik dalam menghubungkan konsep-konsep matematika yang bersifat formal dengan permasalahan dalam dunia nyata. Memperhatikan rendahnya kemampuan peserta didik Indonesia dalam survei tersebut, Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebenarnya telah mengantisipasinya dengan melakukan beberapa perubahan kurikulum.
Kelemahan pembelajaran matematika saat ini para peserta didik tidak dapat menghubungkan konsep-konsep matematika di sekolah dengan pengalaman mereka sehari-hari.Pembelajaran matematika terlalu formal, kurang mengkaitkan dengan makna, pemahaman, dan aplikasi dari konsep-konsep matematika, serta gagal dalam memberikan perhatian yang cukup terhadap kemampuan penalaran dan pemecahan masalah (NCTM, 2014). Sementara Callison (2013) menyebutkan bahwa para peserta didik membutuhkan pengembangan kemampuan praktis matematika seperti pemecahan masalah, membuat hubungan, memahami berbagai representasi dari ide-ide matematika, mengkomunikasikan proses pemikiran mereka, dan menjelaskan penalaran penalaran yang mereka lakukan.
Standar kurikulum matematika seharusnya menekankan hubungan (connection) sebagai salah satu proses penting dalam pembelajaran matematika. Pembelajaran harus membuat peserta didik dapat mengenal dan menggunakan dalam konteks di luar matematika. Hal ini termasuk membuat hubungan terhadap“dunia nyata”, yaitu dunia di luar kelas. Oleh karena itu, menurut Chapman (2012) guru diharapkan menyiapkan sistuasi dunia real dan konteksnya untuk peserta didik guna membuat ide-ide matematika masuk akal, bisa diterima siswa. Dengan demikian akan memberikan kesempatkan kepada peserta didik untuk mengenal dan mengapresiasi hubungan matematika dengan kehidupannya. Guru sekarang didorong untuk membantu siswanya membuat hubungan yang lebih realistis antara matematika dengan kehidupan sehingga membuat matematika lebih bermakna. Tetapi menghubungkan matematika dengan kehidupan sehari-hari tidak selalu mudah. Hal ini berarti para guru juga membutuhkan kemampuan untuk dapat mengenali dan memahami tentang hubungan dan aplikasi matematika, yang dapat digunakan untuk mengembangkan pembelajaran matematika. Peserta didik membangun sendiri pengetahuan melalui proses investigasi tersebut. Guru tidak memberikan jawaban langsung, tetapi dengan keahliannya membimbing peserta didik dalam membangun pengetahuan dengan menyediakan aktivitas yang mendukung penyusunan pengetahuan oleh siswa. Oleh karena itu, guru harus ahli dalam membuat pertanyaan-pertanyaan dan memotivasi peserta didik dalam refleksi kognisi yang diperlukan untuk membangun pengetahuan yang diinginkan (Fast dan Hankes, 2011).
Dengan belajar matematika peserta didik diharapkan akan memperoleh manfaat sebagai berikut.
a) Mampu berpikir secara sistematis melalui urutan-urutan yang teratur dan tertentu, terbiasa untuk memecahkan masalah secara sistematis, sehingga dapat menerapkannya dalam kehidupan nyata, dan bisa menyelesaikan setiap masalah dengan lebih mudah.
b) Mampu berpikir secara deduktif dan induktif untuk membangun dan mengembangkan penalaran matematika yang bersifat deduktif.
c) Mampu membentuk sikap yang lebih teliti, cermat, akurat dalam bertindak, taat pada aturan dan prosedur. 
d) Mampu menggunakan dan mengaplikasikan matematika dalam kehidupan nyata.
Kecakapan atau kemahiran matematika merupakan bagian dari kecakapan hidup yang harus dimiliki peserta didik terutama dalam pengembangan penalaran, komunikasi, dan pemecahan masalah yang dihadapi dalam kehidupan peserta didik sehari-hari. Oleh karena itu mata pelajaran Matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari Sekolah Dasar, untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, inovatif dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk  hidup lebih baik pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan sangat kompetitif. Dalam melaksanakan pembelajaran matematika, diharapkan bahwa peserta didik harus dapat merasakan kegunaan belajar matematika.
b. Tujuan
Setelah mempelajari matematika peserta didik diharapkan dapat:
1) Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan menggunakan konsep secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah. Indikator-indikator pencapaian kecakapan ini, meliputi:
a) Menafsirkan konsep yang telah dipelajari dalam bahasa atau pengetahuan sebelumnya,
b) mengklasifikasikan objek-objek berdasarkan atribut-atribut penting yang bersesuaian dengan suatu konsep,
c) mengidentifikasi sifat-sifat konsep,
d) menerapkan konsep secara logis,
e) memberikan contoh atau contoh penyangkal (bukan contoh) konsep yang dipelajari,
f) menyajikan konsep dalam berbagai macam bentuk representasi matematis (tabel, grafik, diagram, model matematika, atau cara lainnya),
g) mengaitkan berbagai konsep dalam matematika maupun di luar matematika,
h) mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup suatu konsep.

Termasuk dalam kecakapan ini adalah menggunakan algoritma atau prosedur, yaitu kompetensi yang ditunjukkan saat bekerja dan menerapkan konsep-konsep matematika seperti melakukan operasi hitung, melakukan operasi aljabar, melakukan manipulasi aljabar, dan keterampilan melakukan pengukuran dan melukis/menggambarkan/merepresentasikan konsep keruangan. Indikator-indikator pencapaian kecakapan ini meliputi:
a) menggunakan, memanfaatkan dan memilih prosedur/algoritma,
b) memodifikasi atau memperhalus prosedur,
c) mengembangkan prosedur,
d) menggunakan matematika dalam konteks matematika seperti melakukan operasi matematika yang standar ataupun tidak standar (manipulasi aljabar) dalam menyelesaikan masalah matematika.
2) Menggunakan pola sebagai dugaan dalam penyelesaian masalah, dan mampu membuat generalisasi berdasarkan fenomena atau data yang ada. Indikator-indikator pencapaian kecakapan ini, meliputi:
a) menemukan beberapa contoh atau data dan pola hubungan di antaranya,
b) mengajukan dugaan (conjecture) tentang pola hubungan,
c) memverifikasi kebenaran dugaan pola hubungan,
d) menggeneralisasi pola hubungan yang telah diverifikasi kebenarannya.
3) Menggunakan penalaran pada sifat, melakukan manipulasi matematika baik dalam penyederhanaan, maupun menganalisis komponen yang ada dalam pemecahan masalah dalam konteks matematika maupun di luar matematika (kehidupan nyata, ilmu, dan teknologi) yang meliputi kemampuan memahami masalah, membangun model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh termasuk dalam rangka memecahkan masalah nyata dalam kehidupan sehari-hari. Indikator-indikator pencapaian kecakapan ini, meliputi:
a) memahami masalah,
b) mengorganisasi data dan mengidentifikasi informasi yang relevan dalam masalah,
c) merumuskan masalah secara matematis dalam berbagai bentuk,
d) memilih atau mengembangkan pendekatan dan strategi yang tepat untuk memecahkan masalah,
e) menafsirkan dan mengevaluasi solusi yang diperoleh.
4) Mampu mengomunikasikan gagasan, penalaran serta mampu menyusun bukti matematika dengan menggunakan kalimat lengkap, simbol, tabel, diagram, atau representasi lain untuk memperjelas keadaan atau masalah. Indikator-indikator pencapaian kecakapan ini, meliputi:
a) memberikan alasan atau bukti terhadap kebenaran suatu pernyataan,
b) menduga dan memeriksa kebenaran dugaan (conjecture),
c) memeriksa kesahihan atau kebenaran suatu argumen dengan penalaran induktif atau deduktif,
d) menurunkan atau membuktikan rumus dengan penalaran deduktif,
e) menduga dan memeriksa kebenaran dugaan.
5) Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.Indikator-indikator pencapaian kecakapan ini, meliputi:
a) memiliki rasa ingin tahu yang tinggi,
b) bersikap penuh perhatian dalam belajar matematika,
c) bersikap antusias dalam belajar matematika,
d) bersikap gigih dalam menghadapi permasalahan,
e) memiliki penuh percaya diri dalam belajar dan menyelesaikan masalah.
6) Memiliki sikap dan perilaku  yang sesuai dengan nilai-nilai dalam matematika dan pembelajarannya, seperti taat azas, konsisten,  menjunjung tinggi kesepakatan, toleran, menghargai pendapat orang lain, santun, demokrasi, ulet, tangguh, kreatif, menghargai kesemestaan (konteks, lingkungan), kerjasama, adil, jujur, teliti, cermat, bersikap luwes dan terbuka, memiliki kemauan berbagi rasa dengan orang lain
7) Melakukan kegiatan–kegiatan motorik yang menggunakan pengetahuan matematika
8) Menggunakan alat peraga sederhana maupun hasil teknologi untuk melakukan kegiatan-kegiatan matematika. Kecakapan atau kemampuan-kemampuan tersebut saling terkait erat, yang satu memperkuat sekaligus membutuhkan yang lain. Sekalipun tidak dikemukakan secara eksplisit, kemampuan berkomunikasi muncul dan diperlukan di berbagai kecakapan, misalnya untuk menjelaskan gagasan, menyajikan rumusan dan penyelesaian masalah, atau mengemukakan argumen pada penalaran.
c. Ruang Lingkup
Dalam setiap aspek kehidupan, manusia perlu menyediakan berbagai kebutuhan dengan jumlah tertentu, yang berkaitan dengan aktivitas menghitung dan mengarah pada konsep aritmetika (studi tentang bilangan) serta aktivitas mengukur yang mengarah pada konsep geometri (studi tentang bangun, ukuran dan posisi).
Saat ini, banyak ditemukan kaidah atau aturan untuk memecahkan masalah-masalah yang berhubungan dengan pengukuran, yang biasanya ditulis dalam rumus atau formula matematika, dan ini dipelajari dalam geometri dan pengukuran. Pengukuran dapat dilakukan secara langsung misal panjang atau lebar kertas, kebun, atau ruang kelas serta proses pengukuran yang dilakukan secara tak langsung seperti pengukuran peta dengan menggunakan skala.
Berdasarkan deskripsi pentingnya materi matematika tersebut, ruang lingkup matematika untuk Sekolah Dasar adalah sebagai berikut.
a) Konsep, operasi dan pola bilangan, meliputi: bilangan cacah, bulat dan pecahan, bilangan prima, bilangan berpangkat dan bilangan akar pangkat dua dan tiga, bilangan negatif, lambang bilangan, urutan bilangan, operasi bilangan (penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian).
b) Geometri dan pengukuran, meliputi: bangun datar dan ruang sederhana serta sifat dan ciri-cirinya, pengubinan, letak, posisi dan jarak, pola barisan bangun datar dan bangun ruang, ruas garis, keliling dan luas bangun datar, simetri lipat dan putar, volume bangun ruang, satuan baku dan tidak baku (panjang, berat, waktu, luas, dan volume), pengukuran sudut.
c) Statistika dan peluang, meliputi: data tunggal, pengumpulan dan penyajian data tunggal (diagram batang), penafsiran data, ukuran pemusatan data tunggal (mean, median, modus).
Ruang lingkup dan peta materi matematika SD/MI digambarkan sebagai berikut.

Itulah sekilas yang dapat Admin sampaikan pada kesempatan artikel ini, untuk lebih lengkap dan jelas mengenai Analis berbagai Perangkat pembelajaran untuk mata pelajaran Matematika di jenjang Sekolah Dasar Bapak dan Ibu dapat download pada link dibawah ini:
Unduh File Analisis SKL, KI, KD, Indikator, Pengembangan Silabus, Prota, dan Prosem Matematika SD K13 Tahun 2018
Juli 18, 2018
thumbnail

Download Silabus Tematik Kelas 1 2 3 4 5 6 Kurikulum 2013 Tahun 2018

Posted by Tentang Pendidikan on 20180716

Pada kesempatan artikel ini kembali Admin akan membagikan file perangkat pembelajaran Kurikulum 2013 secara lengkap untuk semua kelas pada jenjang SD/MI. File yang akan Admin bagikan yaitu Silabus untuk kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6. File silabus untuk tahun 2018 ini merupakan Tematik terpadu yang merupakan revisi 2017 untuk pembelajaran K13. Bagi Bapak dan Ibu yang saat ini sedang mencari dan membutuhkan file tersebut Admin akan membagikan link download dibawah ini.

Dalam pembelajaran Tematik pada kelas atas dan bawah I, II, III, IV, V dan VI seorang Guru harus lebih menekankan praktik pengetahuan berentuk tema yang dekat dengan aktivitas siswa-siswi sehari-hari. Sehingga peserta didik dapat memahami fenomena atau aktivitas sehari-hari secara lebih kongkreat, melalui praktik pengetahuan itu di harapkan akan tumbuh sikap religiusitas dan etika sosial dalam hal tanggung jawab sisiwa dalam memahami fenomena dan aktivitas siswa.

Hadirnya file silabus ini memiliki peranan yang sangat penting untuk pembelajaran tersebut ( Tematik Terpadu) serta memaksimalkan kegiatan pembelajaran yang Anda laksanakan. Bagi Bapak dan Ibu yang saat ini sedang mencari dan membutuhkan file tersebut secara lengkap, silahkan untuk menyimak dan mengunduhnya berikut ini:
Download Silabus Tematik Kelas 1 2 3 4 5 6 Kurikulum 2013 Tahun 2018
LINK FILE:
Silabus Tematik Kelas 1 2 3 4 5 6 Kurikulum 2013 Tahun 2018

Pada gambar diatas telah Admin sajikan bagian depan dari file Model Silabus Kurikulum 2013 Tematik Terpada SD/MI dari Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Kementrian Pendidikan dan Kebudyaan 2018.
Baca juga : Kumpulan RPP Revisi 2018 Kelas 1 2 3 4 5 6 Terbaru

Perangkat Pembelajaran Silabus Tematik Kelas 1 2 3 4 5 6 K13 Tahun 2018

Hadirnya file ini Admin harapkan dapat membantu Bapak dan Ibu yang pada saat ini sedang mencari dan membutuhkannya, serta dapat membantu memaksimalkan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan pada jenjang Sekolah dasar dan Madrasah Ibtidaiyah.
Juli 16, 2018
thumbnail

Kumpulan RPP Revisi 2018 Kelas 1 2 3 4 5 6 Kurikulum 2013

Posted by Tentang Pendidikan on 20180708

RPP Kelas 1 2 3 4 5 6 Kurikulum 2013 Revisi 2018
Sebentar lagi pada pertengahan bula juli 2018 setiap Sekolah dan Madrasah akan memulai kegiatan pembelajaran baru untuk tahun pelajaran 2018-2019. Untuk tahun ajaran baru tersebut tentunya kita sebagai Guru SD/MI membutuhkan perangkat pembelajaran terbaru untuk pembelajaran Kurikulum 2013. Salah satu yang penting yang harus Anda miliki dari sekarang atau sebelum pembelajaran yaitu Silabus dan RPP.

Kedua file perangkat pembelajaran tersebut memiliki peranan yang sangat pentig untuk kegiatan mengajar yang Bapak dan Ibu laksanakan di kelas 1, 2, 3, 4, 5, 6. Admin pada kesempatan artikel ini akan berbagai file Rencana Pelaksanaan Pembelajar untuk kelas tersebut. RPP yang Admin bagikan dibuat berdasarkan permendikbud dan buku K13 revisi 2018 ( Bagi kelas 3 dan 6). Bagi Anda yang saat ini sedang menyiapkan file RPP untuk tahun pelajaran baru Anda dapat download pada link dibawah ini.

Berikut link RPP untuk kegiatan pembelajaran di kelas I, II, III, IV, V dan VI. Silahkan Anda unduh sesuai dengan Tema dan Subtema yang saat ini sedang dicari atau dibutuhkan pada kegiatan pembelajaran semester 1 ganjil dan 2 genap.
RPP KELAS 1 KURIKULUM 2013 REVISI 2018 SEMESTER 1
RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Semester 2 Tema 1 :
RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Lengkap Tema 1 2, 3 dan 4 Berikut Sub Tema 1 sampai dengan 4 UNDUH

RPP KELAS 1 KURIKULUM 2013 REVISI 2018 SEMESTER 2
RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Semester 2 Tema 5 :
RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Semester 2 Tema 5 Subtema1Unduh
RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Semester 2 Tema 5 Subtema 2 Unduh
RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Semester 2 Tema 5 Subtema 3 Unduh
RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Semester 2 Tema 5 Subtema 4 Unduh

RPP KELAS 1 KURIKULUM 2013 REVISI 2017 - 2018 SEMESTER 2 TEMA 6:
RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017 - 2018 Semester 2 Tema 6 Subtema 1 Unduh
RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017 - 2018 Semester 2 Tema 6 Subtema 2 Unduh
RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017 - 2018 Semester 2 Tema 6 Subtema 3 Unduh
RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017 - 2018 Semester 2 Tema 6 Subtema 4 Unduh

RPP KELAS 1 KURIKULUM 2013 REVISI 2017 SEMESTER 2 TEMA 7 :
RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Semester 2 Tema 7 Subtema 1 Unduh
RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Semester 2 Tema 7Subtema 2 Unduh
RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Semester 2 Tema 7 Subtema 3 Unduh
RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Semester 2 Tema 7Subtema 4 Unduh

RPP KELAS 1 KURIKULUM 2013 REVISI 2017 SEMESTER 2 TEMA 8:
RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Semester 2 Tema 8 Subtema 1 Unduh
RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Semester 2 Tema 8 Subtema 2 Unduh
RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Semester 2 Tema 8 Subtema 3 Unduh
RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Semester 2 Tema 8 Subtema 4 Unduh

RPP SD (MI) KELAS 2 KURIKULUM 2013 EDISI REVISI 2018 SEMESTER 1 DAN 2
RPP KELAS 2 KURIKULUM 2013 REVISI 2018 SEMESTER 1
RPP KELAS 2 KURIKULUM 2013 REVISI 2018 SEMESTER 1 TEMA 1 TEMA 2 TEMA 3 DAN TEMA 4
RPP Kelas 2 Tema 1 Tema 2 Tema 3 Dan Tema 4 (LENGKAP) UNDUH

RPP KELAS 2 KURIKULUM 2013 REVISI 2018 SEMESTER 2 TEMA 5 :
RPP Kelas 2 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Semester 2 Tema 5 Subtema 1 Unduh
RPP Kelas 2 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Semester 2 Tema 5Subtema 2 Unduh
RPP Kelas 2 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Semester 2 Tema 5 Subtema 3 Unduh
RPP Kelas 2 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Semester 2 Tema 5 Subtema 4 Unduh

RPP KELAS 2 KURIKULUM 2013 REVISI 2018 SEMESTER 2 TEMA 6 :
RPP Kelas 2 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Semester 2 Tema 6 Subtema 1 Unduh
RPP Kelas 2 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Semester 2 Tema 6 Subtema 2 Unduh
RPP Kelas 2 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Semester 2 Tema 6 Subtema 3 Unduh
RPP Kelas 2 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Semester 2 Tema 6 Subtema 4 Unduh

RPP KELAS 2 KURIKULUM 2013 REVISI 2017 SEMESTER 2 TEMA 7 :
RPP Kelas 2 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Semester 2 Tema 7 Subtema 1 Unduh
RPP Kelas 2 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Semester 2 Tema 7 Subtema 2 Unduh
RPP Kelas 2 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Semester 2 Tema 7 Subtema 3 Unduh
RPP Kelas 2 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Semester 2 Tema 7 Subtema 4 Unduh

RPP KELAS 2 KURIKULUM 2013 REVISI 2018 SEMESTER 2 TEMA 8 :
RPP Kelas 2 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Semester 2 Tema 8 Subtema 1 Unduh
RPP Kelas 2 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Semester 2 Tema 8 Subtema 2 Unduh
RPP Kelas 2 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Semester 2 Tema 8 Subtema 3 Unduh
RPP Kelas 2 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Semester 2 Tema 8 Subtema 4 Unduh

RPP SD / MI KELAS 3 KURIKULUM 2013 EDISI REVISI 2018 (LENGKAP)
RPP KELAS 3 KURIKULUM 2013 REVISI 2018 SEMESTER 1
RPP Kelas 3 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Semester 1 Tema 1 :UNDUH
RPP Kelas 3 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Semester 1 Tema 2 :UNDUH
RPP Kelas 3 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Semester 1 Tema 3 :UNDUH
RPP Kelas 3 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Semester 1 Tema 4 :UNDUH
RPP Kelas 3 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Semester 1 Tema 5 :UNDUH

RPP KELAS 3 KURIKULUM 2013 REVISI 2018 SEMESTER 2
RPP Kelas 3 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Semester 2 Tema 6: UNDUH
RPP Kelas 3 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Semester 2 Tema 7 : UNDUH
RPP Kelas 3 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Semester 2 Tema 8 : UNDUH
RPP Kelas 3 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Semester 2 Tema 9 : UNDUH
Sumber file RPP dari blog http://guroe.blogspot.com/

RPP Kelas 1 2 3 4 5 6 Kurikulum 2013 Revisi Tahun 2018

Dalam kegiatan pembelajaran RPP dibuat oleh Guru sebelum pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan, itu semua dengan tujuan agar rincian jalannya pembelajaran dapat tertuang dalam RPP, sehingga pembelajaran yang Anda laksanakan di jenjang SD/MI berjalan secara sistematis baik dan benar hingga tujuan pembelajaran dapat tersampaikan. Baca juga : Buku Kelas 3 Kurikulum 2013 Revisi 2018 (BG dan BS)
Juli 08, 2018
thumbnail

Silabus SMA Kurikulum 2013 Revisi Semua Mata Pelajaran 2018-2019

Posted by Tentang Pendidikan on 20180607

Download RPP dan Silabus SMA Kurikulum 2013 Revisi 2017
Pada kesempatan artikel ini Admin Guru Kelas akan membagikan perangkat pembelajaran Silabus sebagai persiapan untuk pelaksanaan kegiatan pembelajaran pada tahun pelajaran baru 2018-2019 untuk jenjang Sekolah Menengah Atas ( SMA ) untuk semua mata pelajaran pada kelas 10, 11, 12. Peranan Silabus dalam kegiatan pembelajaran sangatlah penting selain fungsinya Sebagai pedoman dalam pengembangan pembelajaran, seperti pembuatan rencana pengelolaan pembelajaran baik secara kelompok/ individual,  penyusunan materi ajar, pengembangan sistem penilaian dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis kompetensi, yaitu sistem penilaiaan yang selalu mengacu kepada Strandar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan indikator pembelajaran yang terdapat di dalam silabus.

Maka dari itu Admin membagikan file Silabus untuk kegiatan pembelajaran Kurikulum 2013 untuk semua mapel pada jenjang tersebut yaitu Seni Budaya Sbk, Prakarya, Matematika, Penjaskes/ Penjas/ Penjasorkes, Sejarah Indonesia, Pai, Bahasa Indonesia, Inggris, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi, Geografi, Sejarah, Sosiologi, Antropologi, Sastra Indonesia Dan Inggris.

Selain dari pada Silabus pada artikel ini Admin telah menyediakan link download untuk file Rencana pelaksanaan pembelajaran RPP untuk Jenjang SMA secara lengkap sesuai dengan permendikbud untuk Perangkat Pembelajaran K13 Revisi Tahun 2017.

Berikut selengkapnya file perangkat pembelajaran yang dapat Bapak dan Ibu unduh sesuai dengan mata pelajaran yang di Ampu pada kelas X, XI, dan XII.
A. MAPEL UTAMA
Download SilabusKurikulum 2013 SMA Mapel SBK - RPP Kurikulum 2013 SMA
Download SilabusKurikulum 2013 SMA Mapel Prakarya - RPP Kurikulum 2013 SMA
Download SilabusKurikulum 2013 SMA Mapel MTK - RPP Kurikulum 2013 SMA
Download Silabus Kurikulum 2013 SMA Mapel Penjaskor- RPPKurikulum 2013 SMA
Download Silabus Kurikulum 2013 SMA Mapel PKn - RPPKurikulum 2013 SMA
Download Silabus Kurikulum2013 SMA Mapel Sejarah Indonesia - RPP Kurikulum 2013 SMA
Download SilabusKurikulum 2013 SMA Mapel Pend. Agama & Budi Pekerti- RPPKurikulum 2013 SMA
Download SilabusKurikulum 2013 SMA Mapel B. Indo - RPPKurikulum 2013 SMA
Download SilabusKurikulum 2013 SMA Mapel B. Ing - RPP Kurikulum 2013 SMA

B. MATA PELAJARAN MATEMATIK DAN IPA
Download SilabusKurikulum 2013 SMA Mapel MTK - RPP Kurikulum 2013 SMA
Download SilabusKurikulum 2013 SMA Mapel Biologi - RPP Kurikulum 2013 SMA
Download SilabusKurikulum 2013 SMA Mapel Fisika - RPP Kurikulum 2013 SMA
Download SilabusKurikulum 2013 SMA Mapel Kimia - RPP Kurikulum 2013 SMA

C. MATA PELAJARAN IPS
Download SilabusKurikulum 2013 SMA Mapel Ekonomi - RPP Kurikulum 2013 SMA
Download SilabusKurikulum 2013 SMA Mapel Geografi - RPP Kurikulum 2013 SMA
Download SilabusKurikulum 2013 SMA Mapel Sejarah - RPP Kurikulum 2013 SMA
Download SilabusKurikulum 2013 SMA Mapel Sosiologi - RPP Kurikulum 2013 SMA

D. MATA PELAJARAN BUDAYA DAN ILMU BAHASA
Download SilabusKurikulum 2013 SMA Mapel Antropologi - RPP Kurikulum 2013 SMA
Download SilabusKurikulum 2013 SMA Mapel Bahasa & Sastra Indo -RPP Kurikulum 2013 SMA
Download SilabusKurikulum 2013 SMA Mapel Bahasa & Sastra Ing -RPP Kurikulum 2013 SMA 
Baca juga : Buku Guru dan Siswa SMA MA SMK SMK Kelas XII Kurikulum 2013 Revisi 2018

Itulah RPP dan Silabus SMA Kurikulum 2013 Revisi 2017 Semua Mata Pelajaran Persiapan Tahun Pelajaran 2018-2019

Hadirnya file perangkat pembelajaran RPP dan Silabus tersebut Admin harapkan dapat bermanfaat dalam kegiatan pembelajaran yang akan Anda laksanakan pada jenajang SMA di Tahun Pelajaran 2018/2019 untuk mata pelajaran Budaya dan Ilmu bahasa, IPS, Matematika, IPA serta mapel Utama.
Juni 07, 2018
thumbnail

Buku Guru dan Siswa SMA MA SMK SMK Kelas XII Kurikulum 2013 Revisi 2018

Posted by Tentang Pendidikan on 20180528

Download Buku SMA MA SMK SMK Kelas 12 K13 Revisi 2018
Persiapan untuk kegiatan pembelajaran pada tahun pelajaran baru 2018-2019 Kementerian Pendidikan dan kebudayaan telah merilis Buku pegangan Guru dan Siswa Revisi Tahun 2018 untuk pembelajaran Kurikulum 2013. Buku yang Admin bagikan pada kesempatan artikel ini yaitu untuk jenjang SMA, MA, SMK, SMK pada Kelas XII. Buku ini merupakan buku yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi K13 untuk mata pelajaran yang tersaji pada artikel ini yang Admin bagikan yaitu Bahasa Indonesia, Inggris, Matematika, PAI, PPKn, Sejarah Indonesia. Buku ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan dipergunakan dalam tahap awal penerapan Kurikulum 2013. Buku ini merupakan “dokumen hidup” yang senantiasa diperbaiki, diperbaharui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan yang dialamatkan kepada penulis dan laman http://buku.kemdikbud.go.id atau melalui email buku@kemdikbud.go.id diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini.

Bagi Anda Bapak dan Ibu yang mengampu pada kelas 12 dan saat ini sedang mempersiapkan sumber belajar untuk tahuan Ajaran Baru, Anda dapat download file selengkapnya dalam bentuk pdf yang dapat di simpan juga di cetak pada link dibawah ini untuk semua mata pelajaran:

Berikut File Buku Guru dan Siswa K13 SMA MA SMK SMK Kelas XII Revisi Tahun 2018

Buku Guru Bahasa Indonesia SMA Kelas 12 Edisi Revisi 2018.pdf
Buku Guru Bahasa Inggris SMA Kelas 12 Edisi Revisi 2018.pdf
Buku Guru Matematika SMA Kelas 12 Edisi Revisi 2018.pdf
Buku Guru PAI SMA Kelas 12 Edisi Revisi 2018.pdf
Buku Guru PPKn SMA Kelas 12 Edisi Revisi 2018.pdf
Buku Guru Sejarah Indonesia SMA Kelas 12 Edisi Revisi 2018.pdf
Buku Siswa Bahasa Indonesia SMA Kelas 12 Edisi Revisi 2018.pdf
Buku Siswa Bahasa Inggris SMA Kelas 12 Edisi Revisi 2018.pdf
Buku Siswa Matematika SMA Kelas 12 Edisi Revisi 2018.pdf
Buku Siswa PAI SMA Kelas 12 Edisi Revisi 2018.pdf
Buku Siswa PPKn SMA Kelas 12 Edisi Revisi 2018.pdf
Buku Siswa Sejarah Indonesia SMA Kelas 12 Edisi Revisi 2018.pdf

Baca juga : Buku Kelas X SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 Semua Jurusan
Demikian yang dapat Admin sampaikan pada kesempatan artikel ini, semoga file Buku Kurikulum 2013 pada jenjang SMA/ MA/ SMK/ MAK Revisi Tahun 2018 ini dapat bermanfaat dalam kegiatan pembelajaran yang akan Anda laksanakan untuk tahun pelajaran baru yang sebentar lagi akan dilaksanakan.
Mei 28, 2018
thumbnail

Juknis Bantuan Pemerintah untuk Peningkatan Kompetensi Dalam Rangka Pengembangan Karier Bagi Guru SD SMP Melalui Pelatihan Kurikulum 2013 Tahun 2018

Posted by Tentang Pendidikan on 20180521

Pada kesempatan ini Admin akan membagikan Petunjuk Pelaksanaan Pengembangan Karier untuk Guru SD dan SMP melalui Pelatihan K13 di Tahun 2018. Juknis/ Juklak ini memberikan acuan bagi Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, dan Sekolah Inti dalam penyiapan, pelaksanaan, maupun evaluasi pelaksanaan pelatihan Kurikulum 2013 serta pertanggung jawaban penggunaan Bantuan Pemerintah. Juklak ini memuat hal-hal yang berkaitan dengan pemberian dana Bantuan Pemerintah yang dapat memberikan arah dan informasi kepada semua pihak terkait sehingga pelaksanaan Bantuan Pemerintah untuk pelaksanaan pelatihan Kurikulum 2013 agar dapat berjalan dengan baik dan lancar dalam mendukung terwujudnya tujuan dan hasil yang diharapkan.

Berikut sekilas Admin tuliskan isi dari Juklak tersebut: 
Pada tahun 2018, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) memberikan fasilitasi pelatihan Kurikulum 2013 bagi guru dan tenaga kependidikan di 75.967 sekolah sasaran yang akan mengimplementasikan Kurikulum 2013 pada tahun pelajaran 2018/2019. Untuk jenjang pendidikan dasar, pelatihan akan dilakukan untuk 54.493 SD, 14.257 SMP. Pelaksanaan pelatihan Kurikulum 2013 diselenggarakan secara terkoordinasi antara Ditjen GTK, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Dikdasmen), Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Ditjen GTK dan Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota.

Kegiatan Peningkatan Kompetensi dalam Rangka Pengembangan Karier Bagi Guru Pendidikan Dasar melalui Pelatihan Kurikulum 2013 dilaksanakan melalui mekanisme pembiayaan bantuan pemerintah kepada sekolah inti. Agar pelaksanaan bantuan pemerintah tersebut sesuai dengan sasaran, perlu adanya perencanaan yang baik dan terintegrasi antara Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Perencanaan tersebut dilakukan mulai dari identifikasi dan verifikasi data sekolah sasaran, usulan Sekolah Inti oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, dan penetapan Sekolah Inti penerima bantuan pemerintah oleh Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar.

Berdasarkan hal di atas, dipandang perlu adanya Petunjuk Pelaksanaan Bantuan Pemerintah untuk Peningkatan Kompetensi dalam Rangka Pengembangan Karier Bagi Guru Pendidikan Dasar melalui Pelatihan Kurikulum 2013 untuk menyamakan pandangan terhadap pencapaian dan pelaksanaan kegiatan program tersebut. Dengan Petunjuk Pelaksanaan ini diharapkan semua pihak yang terkait dapat melaksanakan dan berkontribusi secara maksimal sesuai dengan peran masing-masing.
Informasi Pelatihan Kurikulum 2013 Tahun 2018 SD MI

Juknis/ Juklak Bantuan Pemerintah untuk Peningkatan Kompetensi Dalam Rangka Pengembangan Karier Bagi Guru SD SMP Melalui Pelatihan Kurikulum 2013 Tahun 2018

Pengertian Bantuan Pemerintah
Bantuan Pemerintah dalam petunjuk pelaksanaan ini adalah dana bantuan Pemerintah Pusat yang diberikan kepada Sekolah Inti untuk melaksanakan pelatihan Kurikulum 2013 bagi Guru Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan disahkan oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pada Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar.

Tujuan Bantuan Pemerintah
Bantuan Pemerintah Untuk Peningkatan Kompetensi Dalam Rangka Pengembangan Karier Bagi Guru Pendidikan Dasar Melalui Pelatihan Kurikulum 2013 bertujuan untuk menyelenggarakan Pelatihan kurikulum 2013 bagi guru sasaran yang dilaksanakan di sekolah inti guna meningkatkan kompetensi guru dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013.

Secara khusus, pelatihan kurikulum 2013 bagi guru bertujuan untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam:
  • menganalisis kompetensi, materi, pembelajaran dan penilaian meliputi: a. dokumen: SKL, KI-KD dan pedoman mata pelajaran, b. materi dalam buku pelajaran, c. penerapan model pembelajaran, d. penilaian hasil belajar, 
  • merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP);
  • mempraktikkan pembelajaran dan penilaian serta mereviu hasil praktik; dan
  • mempraktikkan pengolahan dan pelaporan penilaian hasil belajar.
Pemberi Bantuan Pemerintah
Pemberi Bantuan Pemerintah untuk Peningkatan Kompetensi Dalam Rangka Pengembangan Karier bagi Guru Pendidikan Dasar melalui Pelatihan Kurikulum 2013 Tahun Anggaran 2018 adalah Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan.

Penerima Bantuan Pemerintah
Penerima Bantuan Pemerintah untuk Peningkatan Kompetensi Dalam Rangka Pengembangan Karier bagi Guru Pendidikan Dasar melalui Pelatihan Kurikulum 2013.

Tahun Anggaran 2018 adalah Sekolah Inti yang direkomendasikan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota melalui SIM PKB dan telah ditetapkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) serta disahkan oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pada Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar.

Sasaran Penerima Bantuan Pemerintah untuk Peningkatan Kompetensi Dalam Rangka
Pengembangan Karier bagi Guru Pendidikan Dasar melalui Pelatihan Kurikulum 2013 Tahun Anggaran 2018 adalah 2342 SD Inti dan 95 SMP Inti di 33 provinsi.
 Baca juga : Materi Strategi Literasi Dalam Pembelajaran SMP Tahun 2018
Persyaratan Penerima Bantuan Pemerintah adalah sebagai berikut.
  1. Memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN);
  2. Memiliki surat izin penyelenggaraan pendidikan dan akta notaris pendirian yayasan bagi satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat;
  3. Ditetapkan sebagai Sekolah Inti penerima bantuan pemerintah oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan disahkan oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar berdasarkan usulan dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota (dapat diunduh di SIM PKB);
  4. Mempunyai rekening yang masih aktif di bank Pemerintah atau bank mitra Pemerintah atas nama Sekolah Inti;
  5. Mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atas nama Sekolah Inti.
Bentuk dan Sifat Bantuan Pemerintah
Bantuan pemerintah yang diberikan kepada penerima adalah bantuan untuk melaksanakan kegiatan pelatihan Kurikulum 2013 sebagai bagian dari peningkatan kompetesi dalam rangka pengembangan karier. Adapun bantuan pemerintah ini dalam bentuk uang/dana yang dilakukan melalui mekanisme transfer.

Sifat bantuan pemerintah adalah sebagai berikut.
  • terbatas dan sementara, artinya pemberian bantuan pemerintah ini diberikan berdasarkan kebutuhan, dan tidak berlangsung terus menerus.
  • stimulus, artinya penerima bantuan harus memberikan dukungan untuk keberlangsungan kegiatan pelatihan Kurikulum 2013 sebagai bagian dari peningkatan kompetesi guru Pendidikan dasar dalam rangka pengembangan karier.
Jumlah Bantuan Pemerintah
Jumlah bantuan pemerintah untuk setiap penerima bantuan ditetapkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan disahkan oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun anggaran 2018, dengan jumlah bantuan sesuai dengan yang tertera dalam Perjanjian Kerja Sama.

Penggunaan Sistem Informasi Manajemen Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (SIM-PKB)
Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan alat penghasil informasi yang menekankan pada alat untuk membantu dalam pengambilan keputusan, serta digunakan untuk melakukan pengendalian atau kontrol, analisis dan visualisasi, yang terdiri atas kumpulan interaksi dari sub-subsistem informasi. Sistem informasi manajemen yang digunakan dalam pelaksanaan pelatihan Kurikulum 2013 bagi guru menggunakan Sistem Informasi Manajemen Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (SIM-PKB).

Tujuan penggunaan SIM-PKB adalah sebagai alat bantu dalam proses pengolahan, pengendalian, dan pelaporan pelatihan Kurikulum 2013. SIM-PKB dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan dan digunakan oleh seluruh komponen terkait dalam kegiatan pelatihan kurikulum 2013.

Itulah sekilas yang dapat Admin tuliskan pada kesempatan artikel ini, selengkapnya mengenai isi file tersebut Bapak dan Ibu dapat mendownloadnya pada link dibawah ini:
Petunjuk Pelaksanaan Pengembangan Karier Bagi Guru SD SMP Melalui Pelatihan Kurikulum 2013 Tahun 2018 ( Unduh ), Lampiran-lampiran ( Unduh )

Demikian yang dapat Admin sampaikan, semoga file mengenai Pelatihan Kurikulum 2013 pada tahun 2018 ini dapat bermanfaat dalam persiapan untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Mei 21, 2018