thumbnail

Penilaian Sikap, Pengetahuan, Dan Keterampilan SMA Kurikulum 2013 Tahun 2017

Posted by Tentang Pendidikan on 20171117

Pada kesempatan Artikel ini Guru Kelas akan membahas dan membagikan file secara lengakap untuk Penilaian Sikap, Pengetahuan, Dan Keterampilan Sma Kurikulum 2013 Tahun 2017 Sekolah Menengah Atas. Kurikulum 2013/ K13 merupakan kurikulum berbasis kompetensi dengan Kompetensi Dasar (KD) sebagai kompetensi minimal yang harus dicapai oleh peserta didik. Untuk mengetahui ketercapaian KD, guru harus merumuskan sejumlah indikator sebagai acuan penilaian dan sekolah juga harus menentukan ketuntasan belajar minimal atau kriteria ketuntasan minimal (KKM) untuk memutuskan seorang peserta didik sudah tuntas atau belum. KKM menggambarkan mutu satuan pendidikan, oleh karena itu KKM setiap tahun perlu dievaluasi dan diharapkan secara bertahap terjadi peningkatan KKM.

Penilaian hasil belajar oleh pendidik (Guru) adalah proses pengumpulan informasi/data tentang capaian pembelajaran peserta didik dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan secara terencana dan sistematis. Penilaian hasil belajar oleh pendidik di SMA dilaksanakan untuk memenuhi fungsi formatif dan sumatif dalam bentuk penilaian harian dan dapat juga dilakukan penilaian tengah semester. Penilaian tengah semester merupakan penilaian yang dilakukan oleh pendidik yang cakupan materinya terdiri atas beberapa KD dan pelaksanaannya tidak dikoordinasikan oleh satuan pendidikan. Penilaian harian dapat berupa ulangan, pengamatan, penugasan, dan/atau bentuk lain yang diperlukan yang digunakan untuk:
1. mengukur dan mengetahui pencapaian kompetensi peserta didik;
2. menetapkan program perbaikan dan/atau pengayaan berdasarkan tingkat penguasaan kompetensi;
3. memperbaiki proses pembelajaran; dan
4. menyusun laporan kemajuan hasil belajar. Laporan penilaian sikap oleh pendidik disampaikan dalam bentuk predikat (sangat baik, baik, cukup, atau kurang) dan dilengkapi dengan deskripsi. Laporan penilaian pengetahuan dan keterampilan berupa angka (0-100), predikat (A, B, C, atau D), dan deskripsi
Penilaian Sikap, Pengetahuan, Dan Keterampilan SMA Kurikulum 2013 Tahun 2017
Penilaian Sikap
Penilaian Sikap adalah penilaian terhadap kecenderungan perilaku peserta didik sebagai hasil pendidikan, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Penilaian sikap memiliki karakteristik yang berbeda dengan penilaian pengetahuan dan keterampilan, sehingga teknik penilaian yang digunakan juga berbeda. Dalam hal ini, penilaian sikap ditujukan untuk mengetahui capaian dan membina perilaku serta budi pekerti peserta didik. Pada mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti dan mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), KD pada KI-1 dan KD pada KI-2 disusun secara koheren dan linier dengan KD pada KI-3 dan KD pada KI-4. Dengan demikian aspek sikap untuk mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti dan PPKn dibelajarkan secara langsung (direct teaching) maupun tidak langsung (indirect teaching) yang memiliki dampak instruksional (instructional effect) dan memiliki dampak pengiring (nurturant effect). Sedangkan untuk mata pelajaran lain, tidak terdapat KD pada KI-1 dan KI-2. Dengan demikian aspek sikap untuk mata pelajaran selain Pendidikan Agama dan Budi Pekerti dan PPKn tidak dibelajarkan secara langsung dan memiliki dampak pengiring dari pembelajaran KD pada KI-3 dan KD pada KI-4. Meskipun demikian penilaian sikap spiritual dan sikap sosial harus dilakukan secara berkelanjutan oleh semua guru, termasuk guru Bimbingan Konseling (BK) dan wali kelas, melalui observasi dan informasi lain yang valid dan relevan dari berbagai sumber. Penilaian sikap merupakan bagian dari pembinaan dan penanaman/pembentukan sikap spiritual dan sikap sosial peserta didik yang menjadi tugas dari setiap pendidik. Penanaman sikap diintegrasikan pada setiap pembelajaran KD dari KI-3 dan KI-4. Selain itu, dapat dilakukan penilaian diri (self assessment) dan penilaian antarteman (peer assessment) dalam rangka pembinaan dan pembentukan karakter peserta didik, yang hasilnya dapat dijadikan sebagai salah satu data untuk konfirmasi hasil penilaian sikap oleh pendidik. Hasil penilaian sikap selama periode satu semester dilaporkan dalam bentuk predikat sangat baik, baik, cukup, atau kurang serta deskripsi yang menggambarkan perilaku peserta didik.

Penilaian sikap dilakukan oleh semua guru mata pelajaran, guru BK, dan wali kelas, serta warga sekolah.
a. Observasi
Observasi dalam penilaian sikap peserta didik merupakan teknik yang dilakukan secara berkesinambungan melalui pengamatan perilaku. Asumsinya setiap peserta didik pada dasarnya berperilaku baik sehingga yang perlu dicatat hanya perilaku yang sangat baik (positif) atau kurang baik (negatif) yang muncul dari peserta didik. Catatan hal-hal sangat baik (positif) digunakan untuk menguatkan perilaku positif, sedangkan perilaku kurang baik (negatif) digunakan untuk pembinaan. Hasil observasi dicatat dalam jurnal yang dibuat selama satu semester oleh guru mata pelajaran, guru BK, dan wali kelas. Jurnal memuat catatan sikap atau perilaku peserta didik yang sangat baik atau kurang baik, dilengkapi dengan waktu terjadinya perilaku tersebut, dan butir-butir sikap.
Berdasarkan jurnal semua guru yang dibahas dalam rapat dewan guru, wali kelas membuat predikat dan deskripsi penilaian sikap peserta didik selama satu semester. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan penilaian sikap dengan teknik observasi:
1) Jurnal digunakan oleh guru mata pelajaran, guru BK, dan wali kelas selama periode satu semester.
2) Jurnal oleh guru mata pelajaran dibuat untuk seluruh peserta didik yang mengikuti mata pelajarannya. Jurnal oleh guru BK dibuat untuk semua peserta didik yang menjadi tanggung jawab bimbingannya, dan jurnal oleh wali kelas digunakan untuk satu kelas yang menjadi tanggung jawabnya.
3) Hasil observasi guru mata pelajaran dan guru BK dibahas dalam rapat dewan guru dan selanjutnya wali kelas membuat predikat dan deskripsi sikap setiap peserta didik di kelasnya.
4) Perilaku sangat baik atau kurang baik yang dicatat dalam jurnal tidak terbatas pada butir-butir sikap (perilaku) yang hendak ditumbuhkan melalui pembelajaran yang saat itu sedang berlangsung sebagaimana dirancang dalam RPP, tetapi dapat mencakup butir-butir sikap lainnya yang ditanamkan dalam semester itu, jika butir-butir sikap tersebut muncul/ditunjukkan oleh peserta didik melalui perilakunya.
5) Catatan dalam jurnal dilakukan selama satu semester sehingga ada kemungkinan dalam satu hari perilaku yang sangat baik dan/atau kurang baik muncul lebih dari satu kali atau tidak muncul sama sekali.
6) Perilaku peserta didik selain sangat baik atau kurang baik tidak perlu dicatat dan dianggap peserta didik tersebut menunjukkan perilaku baik atau sesuai dengan norma yang diharapkan.

b. Penilaian diri
Penilaian diri dilakukan dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam berperilaku. Selain itu penilaian diri juga dapat digunakan untuk membentuk sikap peserta didik terhadap mata pelajaran. Hasil penilaian diri peserta didik dapat digunakan sebagai data konfirmasi. Penilaian diri dapat memberi dampak positif terhadap perkembangan kepribadian peserta didik, antara lain:
1) dapat menumbuhkan rasa percaya diri, karena diberi kepercayaan untuk menilai diri sendiri;
2) peserta didik menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya, karena ketika melakukan penilaian harus melakukan introspeksi terhadap kekuatan dan kelemahan yang dimiliki;
3) dapat mendorong, membiasakan, dan melatih peserta didik untuk berbuat jujur, karena dituntut untuk jujur dan objektif dalam melakukan penilaian; dan
4) membentuk sikap terhadap mata pelajaran/pengetahuan. Instrumen yang digunakan untuk penilaian diri berupa lembar penilaian diri yang dirumuskan secara sederhana, namun jelas dan tidak bermakna ganda, dengan bahasa lugas yang dapat dipahami peserta didik, dan menggunakan format sederhana yang mudah diisi peserta didik. Lembar penilaian diri dibuat sedemikian rupa sehingga dapat menunjukkan sikap peserta didik dalam situasi yang nyata/sebenarnya, bermakna, dan mengarahkan peserta didik mengidentifikasi kekuatan atau kelemahannya. Hal ini untuk menghilangkan kecenderungan peserta didik menilai dirinya secara subjektif. Penilaian diri oleh peserta didik dilakukan melalui langkahlangkah sebagai berikut.
1) Menjelaskan kepada peserta didik tujuan penilaian diri.
2) Menentukan indikator yang akan dinilai.
3) Menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan.
4) Merumuskan format penilaian, berupa daftar cek (checklist) atau skala penilaian (rating scale), atau dalam bentuk esai untuk mendorong peserta didik mengenali diri dan potensinya.

c. Penilaian antarteman
Penilaian antarteman adalah penilaian dengan cara peserta didik saling menilai perilaku temannya. Penilaian antarteman dapat mendorong: (a) objektifitas peserta didik, (b) empati, (c) mengapresiasi keragaman/perbedaan, dan (d) refleksi diri. Di samping itu penilaian antarteman dapat memberi informasi bagi guru mengenai peserta didik yang berdasarkan hasil penilaian temannya, suka menyendiri dan kurang bergaul. Sebagaimana penilaian diri, hasil penilaian antarteman dapat digunakan sebagai data konfirmasi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian antarteman. Kriteria penyusunan instrumen penilaian antarteman sebagai berikut.
1) Sesuai dengan indikator yang akan diukur.
2) Indikator dapat diukur melalui pengamatan peserta didik.
3) Kriteria penilaian dirumuskan secara sederhana, namun jelas dan tidak berpotensi munculnya penafsiran makna ganda/berbeda.
4) Menggunakan bahasa lugas yang dapat dipahami peserta didik.
5) Menggunakan format sederhana dan mudah digunakan oleh peserta didik.
6) Indikator menunjukkan sikap/perilaku peserta didik dalam situasi yang nyata atau sebenarnya dan dapat diukur. Penilaian antarteman dapat dilakukan pada saat peserta didik melakukan kegiatan di dalam dan/atau di luar kelas. Misalnya pada kegiatan kelompok setiap peserta didik diminta mengamati/menilai dua orang temannya, dan dia juga dinilai oleh dua orang teman lainnya dalam kelompoknya, sebagaimana diagram pada gambar berikut.

Penilaian Pengetahuan
Penilaian pengetahuan merupakan penilaian untuk mengukur kemampuan peserta didik berupa pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif, serta kecakapan berpikir tingkat rendah sampai tinggi. Penilaian ini berkaitan dengan ketercapaian KD pada KI-3 yang dilakukan oleh guru mata pelajaran. Penilaian pengetahuan dilakukan dengan berbagai teknik penilaian. Guru mata pelajaran menetapkan teknik penilaian sesuai dengan karakteristik kompetensi yang akan dinilai. Penilaian dimulai dengan perencanaan pada saat menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan mengacu pada silabus. Penilaian pengetahuan, selain untuk mengetahui apakah peserta didik telah mencapai ketuntasan belajar, juga untuk mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan penguasaan pengetahuan peserta didik dalam proses pembelajaran (diagnostic). Oleh karena itu, pemberian umpan balik (feedback) kepada peserta didik oleh pendidik merupakan hal yang sangat penting, sehingga hasil penilaian dapat segera digunakan untuk perbaikan mutu pembelajaran. Ketuntasan belajar untuk pengetahuan ditentukan oleh satuan pendidikan. Secara bertahap satuan pendidikan terus meningkatkan kriteria ketuntasan belajar dengan mempertimbangkan potensi dan karakteristik masing-masing satuan pendidikan sebagai bentuk peningkatan kualitas hasil belajar.

Teknik Penilaian Pengetahuan
Berbagai teknik penilaian pengetahuan dapat digunakan sesuai dengan karakteristik
masing-masing KD. Teknik yang biasa digunakan adalah tes tertulis, tes lisan, dan
penugasan.

Penilaian Keterampilan
1. Pengertian
Penilaian keterampilan adalah penilaian yang dilakukan untuk menilai kemampuan peserta didik menerapkan pengetahuan dalam melakukan tugas tertentu. Keterampilan dalam Kurikulum 2013 meliputi keterampilan abstrak (berpikir) dan keterampilan konkret (kinestetik). Kaitannya dalam pemenuhan kompetensi, penilaian keterampilan merupakan penilaian untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik terhadap kompetensi dasar pada KI-4. Penilaian keterampilan menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu. Penilaian ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah pengetahuan (KD pada KI-3) yang sudah dikuasai peserta didik dapat digunakan untuk mengenal dan menyelesaikan masalah dalam kehidupan sesungguhnya (real life). Ketuntasan belajar untuk keterampilan ditentukan oleh satuan pendidikan, secara bertahap satuan pendidikan terus meningkatkan kriteria ketuntasan belajar dengan mempertimbangkan potensi dan karakteristik masing-masing satuan pendidikan sebagai bentuk peningkatan kualitas hasil belajar.
2. Teknik Penilaian Keterampilan
Penilaian keterampilan dapat dilakukan dengan berbagai teknik antara lain penilaian praktik/kinerja, proyek, portofolio, atau produk. Teknik penilaian lain dapat digunakan sesuai dengan karakteristik KD pada KI-4 mata pelajaran yang akan diukur. Instrumen yang digunakan berupa daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang dilengkapi rubrik.

Itulah Sekilas penjelasan mengenai berbagai penilaian pada K13 Tingka SMA Tahun 2017 yang dapat Admin Guru Kelas tuliskan. Untuk lebih lengkap mengenai Informasi tersebut Bapak dan Ibu dapat mendownloadnya secara lengkap filenya dalam bentuk Pdf yang berisi penjelasan lengkap mengenai Penilaian Kurikulum 2013 SMA Revisi 2017. Silahkan untuk mendownload filenya pada link di bawah ini.
Download Penilaian Sikap, Pengetahuan, Dan Keterampilan Sma Kurikulum 2013 Tahun 2017
November 17, 2017
thumbnail

Pengertian Foto/Gambar

Posted by Tentang Pendidikan on 20170827

Pengertian Foto/Gambar - Foto/gambar memiliki makna yang lebih baik dibandingkan dengan tulisan. Foto/gambar sebagai bahan ajar tentu saja diperlukan satu rancangan yang baik agar setelah selesai melihat sebuah atau serangkaian foto/gambar siswa dapat melakukan sesuatu yang pada akhirnya menguasai satu atau lebih KD.

Menurut Weidenmann dalam buku Lehren mit Bildmedien menggambarkan bahwa melihat sebuah foto/gambar lebih tinggi maknanya dari pada membaca atau mendengar. Melalui membaca yang dapat diingat hanya 10%, dari mendengar yang diingat 20%, dan dari melihat yang diingat 30%. Foto/gambar yang didesain secara baik dapat memberikan pemahaman yang lebih baik. Bahan ajar ini dalam menggunakannya harus dibantu dengan bahan tertulis. Bahan tertulis dapat berupa petunjuk cara menggunakannya dan atau bahan tes.

Sebuah gambar yang bermakna paling tidak memiliki kriteria sebagai berikut:
  1. Gambar harus mengandung sesuatu yang dapat dilihat dan penuh dengan informasi/data. Sehingga gambar tidak hanya sekedar gambar yang tidak mengandung arti atau tidak ada yang dapat dipelajari.
  2. Gambar bermakna dan dapat dimengerti. Sehingga, si pembaca gambar benar-benar mengerti, tidak salah pengertian.
  3. Lengkap, rasional untuk digunakan dalam proses pembelajaran, bahannya diambil dari sumber yang benar. Sehingga jangan sampai gambar miskin informasi yang berakibat penggunanya tidak belajar apa-apa.
Agustus 27, 2017
thumbnail

Pengertian Brosur

Posted by Tentang Pendidikan on

Pengertian Brosur  - Brosur adalah bahan informasi tertulis mengenai suatu masalah yang disusun secara bersistem atau cetakan yang hanya terdiri atas beberapa halaman dan dilipat tanpa dijilid atau selebaran cetakan yang berisi keterangan singkat tetapi lengkap tentang perusahaan atau organisasi (Kamus besar Bahasa Indonesia, Edisi Kedua, Balai Pustaka, 1996).   Dengan demikian, maka brosur dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar, selama sajian brosur diturunkan dari KD yang harus dikuasai oleh siswa. Mungkin saja brosur dapat menjadi bahan ajar yang menarik, karena bentuknya yang menarik dan praktis. Agar lembaran brosur tidak terlalu banyak, maka brosur didesain hanya memuat satu KD saja. Ilustrasi dalam sebuah brosur akan menambah menarik minat peserta didik untuk menggunakannya.
Agustus 27, 2017
thumbnail

Pengertian dan Fungsi Lembar Kerja Siswa (LKS)

Posted by Tentang Pendidikan on

Pengertian dan Fungsi Lembar Kerja Siswa (LKS) - Lembar kegiatan siswa (student worksheet) adalah lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik. Lembar kegiatan biasanya berupa petunjuk, langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu tugas. Suatu tugas yang diperintahkan dalam lembar kegiatan harus jelas KD yang akan dicapainya. Lembar kegiatan dapat digunakan untuk mata pembelajaran apa saja. Tugas-tugas sebuah lembar kegiatan tidak akan dapat dikerjakan oleh peserta didik secara baik apabila tidak dilengkapi dengan buku lain atau referensi lain yang terkait dengan materi tugasnya. Tugas-tugas yang diberikan kepada peserta didik dapat berupa teoritis dan atau tugas-tugas praktis.   Tugas teoritis misalnya tugas membaca sebuah artikel tertentu, kemudian membuat resume untuk dipresentasikan. Sedangkan tugas praktis dapat berupa kerja laboratorium atau kerja lapangan, misalnya survey tentang harga cabe dalam kurun waktu tertentu di suatu tempat. Keuntungan adanya lembar kegiatan adalah bagi guru, memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran, bagi siswa akan belajar secara mandiri dan belajar memahami dan menjalankan suatu tugas tertulis.

Dalam menyiapkannya guru harus cermat dan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai, karena sebuah lembar kerja harus memenuhi paling tidak kriteria yang berkaitan dengan tercapai/ tidaknya sebuah KD dikuasai oleh peserta didik.
Agustus 27, 2017
thumbnail

Pengertian Modul

Posted by Tentang Pendidikan on

Pengertian Modul - Modul adalah sebuah buku yang ditulis dengan tujuan agar peserta didik dapat belajar secara mandiri tanpa atau dengan bimbingan guru, sehingga modul berisi paling tidak tentang:
  1. Petunjuk belajar (Petunjuk siswa/guru)
  2. Kompetensi yang akan dicapai
  3. Content atau isi materi
  4. Informasi pendukung
  5. Latihan-latihan
  6. Petunjuk kerja, dapat berupa Lembar Kerja (LK)
  7. Evaluasi
  8. Balikan terhadap hasil evaluasi
 Sebuah modul akan bermakna kalau peserta didik dapat dengan mudah menggunakannya. Pembelajaran dengan modul memungkinkan seorang peserta didik yang memiliki kecepatan tinggi dalam belajar akan lebih cepat menyelesaikan satu atau lebih KD dibandingkan dengan peserta didik lainnya. Dengan demikian maka modul harus menggambarkan KD yang akan dicapai oleh peserta didik, disajikan dengan menggunakan bahasa yang baik, menarik, dilengkapi dengan ilustrasi.
Agustus 27, 2017
thumbnail

Pengertian Buku

Posted by Tentang Pendidikan on

Pengertian Buku - Buku adalah bahan tertulis yang menyajikan ilmu pengetahuan buah pikiran dari pengarangnya. Oleh pengarangnya isi buku didapat dari berbagai cara misalnya: hasil penelitian, hasil pengamatan, aktualisasi pengalaman, otobiografi, atau hasil imajinasi seseorang yang disebut sebagai fiksi.   Menurut kamus oxford hal 94, buku diartikan sebagai: Book is number of sheet of paper, either printed or blank, fastened together in a cover. Buku adalah sejumlah lembaran kertas baik cetakan maupun kosong yang dijilid dan diberi kulit. Buku sebagai bahan ajar merupakan buku yang berisi suatu ilmu pengetahuan hasil analisis terhadap kurikulum dalam bentuk tertulis.

 Buku yang baik adalah buku yang ditulis dengan menggunakan bahasa yang baik dan mudah dimengerti, disajikan secara menarik dilengkapi dengan gambar dan keterangan-keterangannya, isi buku juga menggambarkan sesuatu yang sesuai dengan ide penulisannya. Buku pelajaran berisi tentang ilmu pengetahuan yang dapat digunakan oleh peserta didik untuk belajar, buku fiksi akan berisi tentang fikiran-fikiran fiksi si penulis, dan seterusnya.
Agustus 27, 2017
thumbnail

Pengertian Handout

Posted by Tentang Pendidikan on

Pengertian Handout - Handout adalah bahan tertulis yang disiapkan oleh seorang guru untuk memperkaya pengetahuan peserta didik. Menurut kamus Oxford hal 389, handout is prepared statement given. Handout adalah pernyataan yang telah disiapkan oleh pembicara.

 Handout biasanya diambilkan dari beberapa literatur yang memiliki relevansi dengan materi yang diajarkan/ KD dan materi pokok yang harus dikuasai oleh peserta didik. Saat ini handout dapat diperoleh dengan berbagai cara, antara lain dengan cara down-load dari internet, atau menyadur dari sebuah buku.
Agustus 27, 2017
thumbnail

Pengertian Bahan Ajar Cetak (Printed)

Posted by Tentang Pendidikan on

Pengertian Bahan Ajar Cetak (Printed) - Bahan cetak dapat ditampilkan dalam berbagai bentuk. Jika bahan ajar cetak tersusun secara baik maka bahan ajar akan mendatangkan beberapa keuntungan seperti yang dikemukakan oleh Steffen Peter Ballstaedt, 1994 yaitu: Bahan tertulis biasanya menampilkan daftar isi, sehingga memudahkan bagi seorang guru untuk menunjukkan kepada peserta didik bagian mana yang sedang dipelajari.
  1. Biaya untuk pengadaannya relatif sedikit
  2. Bahan tertulis cepat digunakan dan dapat dipindah-pindah secara mudah
  3. Susunannya menawarkan kemudahan secara luas dan kreativitas bagi individu
  4. Bahan tertulis relatif ringan dan dapat dibaca di mana saja
  5. Bahan ajar yang baik akan dapat memotivasi pembaca untuk melakukan aktivitas, seperti menandai, mencatat, membuat sketsa
  6. Bahan tertulis dapat dinikmati sebagai sebuah dokumen yang bernilai besar
  7. Pembaca dapat mengatur tempo secara mandiri
 Kita mengenal berbagai jenis bahan ajar cetak, antara lain hand out, buku, modul, poster, brosur, dan leaflet.
Agustus 27, 2017
thumbnail

Pengertian, Tujuan, Manfaat analisis butir soal

Posted by Tentang Pendidikan on

Sebagai seorang Guru yang Profesional berbagai kegiatan untuk meningkatkan kemampuan Guru dan Siswa haruslah kita lakukan sehingga membuat kita menjadi Seorang Pendidikan yang berkembang. Salah satu cara agar kita dapat meningkatakan kemampuan tersebut adalah dengan melakasanakan kegiatan Analisis butir soal. Kegiatan ini jangan sampai kita remehkan, apalagi sampai tidak kita lakukan. Berikut selengkapnya penjelasanga mengapa pentingnya Analisi soal ulangan.

Pengertian, Tujuan, Manfaat analisis butir soal

Pengertian Analisis Butir Soal

Kegiatan menganalisis butir soal merupakan proses pengumpulan, peringkasan dan penggunaan informasi dari jawaban siswa untuk membuat keputusan tentang setiap penilaian (Nitko, 1996).

Tujuan analisis butir soal

  1. mengkaji dan menelaah setiap butir soal agar diperoleh soal yang bermutu sebelum digunakan.
  2. membantu meningkatkan kualitas tes melalui revisi atau membuang soal yang tidak efektif
  3. mengetahui informasi diagnostik pada siswa, sudahkan mereka memahami materi yang telah diajarkan

Manfaat analisis butir soal

  1. membantu para pengguna tes dalam evaluasi atas tes yang digunakan
  2. sangat relevan bagi penyusunan tes informal dan lokal (seperti tes yang disiapkan guru di kelas)
  3. mendukung penulisan butir soal yang efektif
  4. secara materi dapat memperbaiki tes di kelas
  5. meningkatkan validitas dan reliabilitas soal
  6. menentukan apakah suatu fungsi butir soal sesuai dengan yang diharapkan
  7. memberi masukan kepada siswa tentang kemampuan dan sebagian dasar untuk bahan diskusi di kelas
  8. memberi masukan kepada guru tentang kesulitan siswa
  9. memberi masukan pada aspek tertentu untuk pengembangan kurikulum
  10. merevisi materi yang dinilai atau diukur
  11. meningkatkan keterampilan penulisan soal
Meskipun kegiatan ini dapat menyita waktu dalam pengerjaan akan tetapi tetap harus dilaksakan. dan bagi anda yang ingin melaksanakannya dengan cepat dapat menggunkan Aplikasi yang telah Admin sediakan secara lengkap untuk semua jengjang pendidikan SD/MI SMP/MTs SMA/MA/SMK pada link dibawah ini.
Download Aplikasi Analisi Butir Soal (Analisis Ulangan Harian, Perbaikan dan Pengayaan)
Agustus 27, 2017
thumbnail

Strategi Mengajar yang Efektif (KTSP dan Kurikulum 2013)

Posted by Tentang Pendidikan on 20170618

Mengajar adalah menyampaikan pengetahuan pada Peserta Didik (Siswa). sebagai seorang Guru kitalah yang memegang posisi kunci dalam proses belajar mengajar di kelas. Guru menyampaikan pengetahuan agar peserta didik mengetahui tentang pengetahuan yang disampaikan oleh guru. Mengajar pada prinsipnya membimbing siswa dalam kegiatan belajar mengajar atau mengandung pengertian bahwa mengajar merupakan suatu usaha mengorganisasi lingkungan dalam hubungannya dengan anak didik dan bahan pengajaran yang menimbulkan proses belajar mengajar. Pengertian ini mengandung makna bahwa guru dituntut untuk dapat berperan sebagai organisator kegiatan belajar mengajar siswa dan juga hendaknya mampu memanfaatkan lingkungan, baik yang ada di kelas maupun yang ada di luar kelas, yang menunjang kegiatan belajar-mengajar.

Melihat begitu pentingnya proses mengajar yang di lakukan oleh setiap Guru dimanapun berada maka tentunya di butuhkna strategi yang baik dan benar agar kegiatan Pembelajaran baik pada kurikulum 2013 atau KTSP berjalan dengan lancar baik dan benar. Maka dari itu pada kesempatan kali ini Admin akan membagikan secara lengkap Strategi yang dapat di gunakan untuk Mengajar yang Efektif.

Contoh Strategi Mengajar yang Efektif

Download Strategi Mengajar KTSP dan Kurikulum 2013

Di dalam file yang kami bagikan ini terdapat 3 file stategi belajar mengajar dalam bentu ppt sehingga akan membantu memudahkan bagi Bapak dan Ibu dalam memahami dan mempraktekannya kepada siswa selanjutnya. Silahkan langsung saja Bapak dan Ibu miliki file selengkapnya yang telah Admin sediakan pada link di bawah ini secara lengkap.
Semoga dengan memiliki dan memahami file yang kami bagikan proses mengajar yang Bapak dan Ibu berikan akan semakin mengingkat sehingga mendapatkan pembelajaran yang efektif dan efisien.
Juni 18, 2017
thumbnail

Penghentian UPTD

Posted by Tentang Pendidikan on 20161027

Penghentian UPTD, Menurut kabar terbaru dari Kepala Sekolah Saya bahwa UPTD telah di hentikan atau di tiadakan, Sekarang Kantor UPTD hanya di Isi oleh para pengawas. Kantor UPTD berubah menjadi Kantor Pengawas Sekolah, dan Kata UPTD di ganti dengan Kata STOK.
Penghentian UPTD

Kabar terbaru Penghentian UPTD telah lama Saya dengar dari beberapa Guru, yang menyebutkan bahwa UPTD akan di tiadakan dan Kepala UPTD pun akan berganti jabatan menjadi Pengawas atau Pengawas Sekolah. Segala pengurusan mengenai Sekolah akan di berikan kepada Rayon seperti halnya Sekolah Menengah Pertama atau SMP.

Penghentian UPTD di lakukan untuk menghemat anggaran , karena bila kita amati di tiap Jenjang Sekolah Dasar pastinya ada UPTD setiap Kecamatannya, banyangkan berapa banyak Kecamatan yang ada di Negara Kita dan Berapa UPTD yang ada saat ini, Tentunya sangatlah banyak..

Berbeda dengan Sekolah Menengah Pertama atau SMP yang telah menggunakan Rayon untuk melaporkan segala urusan Sekolahnya. beberapa Kecamatan hanya memiliki 1 Rayon sebagai Induk pelaporan segala urusan Sekolah. Melihat dari Penghentian UPTD tersebut saya rasa itu memang baik untuk menghemat anggara, meski pun jarak Sekolah dengan Rayon tidak sedekat UPTD akan tetapi semua itu dapat di atasi karena pelaporan sekolah tidak setiap hari kita lakukan.

Penghentian UPTD membuat Sekolah menjadi lebih terhindap dari beberapa Administrasi yang di lakukan, seperti halnya untuk kegiatan Sekolah yang biasanya selalu mengeluarkan anggaran yang di rasa tidaklah penting. Mungkin beberapa orang tidak setuju dengan keputusan Penghentian UPTD, akan tetapi jika kita lihat,amati dan cermati banyak hal yang lebih efesien jika menggunakan Rayon dari pada UPTD saat ini. Semoga Penghentian UPTD menjadi sebuah solusi yang baik untuk kemajuan pendidikan kita....
Oktober 27, 2016
thumbnail

Pentingkah Media Pembelajaran?

Posted by Tentang Pendidikan on 20161026

Media Pembelajaran adalah bahan seorang Guru untuk melakukan pembelajaran baik di dalam atau di luar Kelas agar proses pembelajaran berjalan lancar dan efektif sesuuai dengan RPP yang talah di buat, Pentingkah Media Pembelajaran?  tentu sangat penting terutama untu pembelajaran yang sulit di terima oleh siswa karena siswa belum pernah mengalaminya,jadi Media Pembelajaran akan menerangi pemikirannya akan apa yang di pelajari pada waktu itu.
Pentingkah Media Pembelajaran?

Media Pembelajaran harus Guru siapkan sebelum pembelajaran itu akan di laksanakan, jadi sambil kita membuat RPP kita juga mempersiapakan media pemebelajarannya, media pembelajaran haruslah mudah di pahami oleh siswanya, Guru harus membuat media pemebelajaran yang mudah di buat dan digunakan, membuat media pembelajaran harus Guru lakukan apabila di sekolah tidak tersedia. Media pembelajaran bisa bermacam macam tergantung kebutuhan dalam pembelajaran.

Media pembelajaran akan sering di Gunakan oleh Guru Sekolah Dasar karena Siswa Sekolah Dasar belum memiliki pengalaman yang banyak akan hal hal yang pernah di lakukannya, terutama untuk siswa kelas rendah seperti kelas 1,2 dan 3 sangat membutuhkan media pembelajaran agar mereka memahami isi pembelajaran yang sedang di laksanakan oleh Gurunya.

Jadi bagi Bapak Ibu yang jarang sekali menggunakan Media Pembelajaran mulai sekarang haruslah membuat media pembelajaran terutama untuk pembelajaran yang sulit siswa pahami, jangan sampai siswa bertanya tanya tentang apa yang di bahas dan di jelaskan oleh Gurunya.

Jadi Pentingkah Media Pembelajaran? sangat penting untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam pembelajaran di dalam atau di luar kelas, semoga dengan kita membuat media pembelajaran siswa kita semakin cerdas dan dapat dengan mudah memahami isi pembelajaran yang kita berikan, sehingga Guru dan Siswa menjadi Kreatif dan Cerdas.
Oktober 26, 2016
thumbnail

Membimbing Siswa yang benar

Posted by Tentang Pendidikan on

Membimbing Siswa yang benar, saat ini banyak kejadian yang melibatkan Guru dan Siswa yang mengakibatkan seorang Guru masuk ke Rumah Sakit atau Kantor Polisi. Sebagai seorang Guru kita juga tentunya mengetahui apa Hak dan Kewajibannya. Kewajiban yang paling penting tentunya memberikan Ilmu yang baik dan benar, apakah Guru memiliki kewajiban juga untuk memperbaiki prilaku jelek Siswanya? yah tentu saja benar, Guru juga wajib memberikan dan membantu Siswanya agar memiliki sifat/prilaku yang benar.
Membimbing Siswa yang benar

Tapi kini Membimbing Siswa yang benar sangatlah sulit, yang menyulitkan Guru Membimbing Siswa yang benar adalah adanya peranan HAM atau Hak Asasi Manusia Guru yang berniat membimbing siswa dengan benar sering kali di salah artikan oleh orang tua, hingga masalah sedikitpun yang Guru lakukan demi kebaikan Siswa menjadikan masalah yang besar oleh Orang Tua Siswa hingga menjadi masalah emosional antara Guru dan Orang Tua hingga Guru di laporkan oleh Orang Tua ke pihak Kepolisian denga tuduhan melakukan tindak kekerasan kepada Siswa.

Tugas Guru Membimbing Siswa yang benar saat ini sangatlah sulit, lalu apakah Guru harus membiarkan Siswanya melakukan sesuatu yang buruk? Apakah yang harus Guru lalukan kepada Siswa yang mengganggu temannya sediri? Kami bisa saja membiarkan itu semua, akan tetapi jika ada masalah di kemudian hari tentunya Guru juga yang akan di salahkan. Lalu bagaimana kami harus melakukan tugas kami dengan benar jika semuanya terbelenggu akan kebebasan Guru dalam melakukan kewajibannya.

Saya selaku seorang Guru sering marah kepada Siswa yang tidak melakukan tugasnya dengan benar, seperti Seorang Siswa bernama Ari tidak mengerjakan PR, atau Siswa bernama Adrian mengganggu tamannya bernama Dewi hingga melakukan pemukulan dan membuat Siswa Dewi menangis. Saya selalu bertindak secara adil memberikan Teguran dan Hukuman, akan tetapi hal tersebut selalu Siswa Ari dan Adrian lakukan kembali, hal yang saya dengar mereka tidak takut akan Teguran dan Hukuman yang saya berikan, menurut mereka Hukuman yang saya beringat sangat Ringan.

Bagaimana dengan sikap seperti itu, tentunya membuat sekolah menjadi tempat yang tidak aman bagi Siswa karena adanya anak yang suka mengganggu temannya, dan Guru pun tidak bisa membuat siswa yang lain merasa aman karena tidak bisa membuat anak yang nakal jera akan kelakuannya. Mengapa Guru tidak bisa membuat Siswa Nakal tersebut Jera? itu semua yang menjadi sumber masalah adalah Guru terbelenggu akan HAM yang ada saat ini, Guru menjadi lebih hati hati untuk memberikan teguran dan hukuman kepada Siswanya, padahal jika dari sekarang sisiwa itu tidak bisa di hentikan perilaku menyimpangnya mungkin hingga besar nanti Prilakunya akan sama malah mungkin akan bertambah buru prilakunya.

Itulah yang membuat kami sulit Membimbing Siswa yang benar di sekolah, semoga setelah kisah kisa yang terjadi di antara Guru,Orang Tua dan Kepolisian yang sudah ada dan terjadi bisa membukan wawasan kita bahwa Membimbing Siswa yang benar akan sangatlah sulit jika berbelenggu oleh HAM atau Hak Asasi Manusia.
Oktober 26, 2016
thumbnail

Fungsi Kepala Sekolah di Sekolah

Posted by Tentang Pendidikan on 20161022

Fungsi Kepala Sekolah di Sekolah, di setiap sekolah tentunya memiliki Kepala Sekolah, Seorang Kepala Sekolah menjadi Pemimpin bagi semua Warga Sekolah, Mulai dari Siswa,Guru dan Penjaga Sekolah. Sebagai Pimpinan Sekolah haruslah memiliki kebijakan yang baik,bijaksana, kepada semua warga sekolahnya.
Fungsi Kepala Sekolah di Sekolah

Nah terkadang banyak Kepala Sekolah yang arogan akan jabatan yang menjadi Pimpinan di sekolah, mereka tidak paham akan Fungsinya sebagai Kepala Sekolah, mereka bertindak semaunya terutam dalam mengambil sebuah keputusan yang seharunya di ambil secara musyawarah untuk mencapai mufakat. Tugas Kepala Sekolah sangatlah banyak akan tetapi menurut saya sebagai Guru Sukwan ada tugas Kepala Sekolah yang lebih penting dan utama di bandingkan yang lainnya seperti Administrasi Kepala Sekolah atau Rapat.

Tugas Kepala Sekolah yang paling utama menurut saya adalah mejadi seorang pemimpin yang baik dan benar ketika di sekolah dalam mengambil keputusan, membuat situasi nyaman tanpa ada permasalahan, baik antar siswa, guru, dan masyarakat. Kepala Sekolah juga tidak boleh membedakan antara Guru PNS atau Pegawai Negeri Sipil dan SUKWAN atau Sukarelawan. Kepala Sekolah adalah seorang pemimipin yang perlu meredakan situasi di saat situasi sekolah panas atau ada masalah, Kepala Sekolah harus menjadi orang yang bijak, menjadi penengah yang benar.

Kisah yang pernah saya alami dengan seorang Kepala Sekolah adalah Kisah akan Arogansi kepada warga sekolahnya. Seperti beberapa kejadian berikut, Kepala Sekolah pernah memaharahi siswa dengan keterlaluan akibat seorang guru yang mengadu kepada Kepala Sekolah perihal siswa yang tidak bisa di atur, padahal seorang Kepala Sekolah tentunya memberikan pemahaman kepada siswanya akan tanggung jawab setiap Guru kepada Siswanya, dan memberikan pemahan pula kepada Gurunya yang telah menjadi tanggung jawab akan Siswanya. Kepala Sekolah memarahi Guru Sukwan dengan Nada yang tinggi karena aduan dari Guru PNS,hal ini membuat seluruh Guru di sekolah menjadi emosional dan bingung akan sikap Kepala Sekolah tersebut, dia membedakan antara PNS dan Sukwan, memarahi Sukwan karena alasan yang tidak jelas, padahal seharusnya Kepala Sekolah menenangkan situasi antara kedu belah pihak, memberikan solusi dengan cara mengumpulkan kedua guru dan membicarakan masalah dan solusinya.

Kepala Sekolah marah karena di tanyakan keuangan sekolah, hal itu juga terjadi di sekolah saya dimana Kepala Sekolah marah saat ada guru yang menayakan tentang keuangan, padahal seharunya adanya ketebukaan, kejelasan akan kemana perginya uang negara tersebut. Kepala Sekolah dan Bendahara mengatur keuangan berdua tanpa ada keterbukaan antara Guru yang lain. masih banyak kisah Kepala Sekolah yang pernah saya alami yang menurut saya fungsi dari Kepala Sekolah yang utama tidak terlaksana dengan baik dan benar.
Oktober 22, 2016
thumbnail

Pengertian Guru Kelas

Posted by Tentang Pendidikan on 20161011

Gurukelas.net, Saya adalah seorang guru yang mengajar di kelas 3 di masa tahun ajar 2010 hingga 2015, menjadi seorang guru kelas buat saya adalah sebuah kesenangan dan kebahagiaan karena dengan menjadi guru kelas saya banyak belajar mengenai berbagai Administrasi, Bahan Ajar dan Karakter Siswa.
Pengertian Guru Kelas

Berbeda dengan menjadi Guru Mata Pelajaran yang hanya berfokus pada Administrasi dan Bahan ajar, untuk memahami karateristik siswa tidak terlalu mendalam karena Saya mengajar dari kelas 1 hingga kelas 6 untuk Mata Pelajaran Bahasa Inggris Mulai dari tahun Ajar 2015-sekarang.

Guru Kelas adalah Guru yang mengajar di Kelas dengan wajib memiliki kemampuan untuk mengajar semua mata pelajar terkecuali Mata Pelajaran Bahasa Inggris,Agama dan Olah raga. itu pun apabila di sekolah ada Guru Mata Pelajarannya, jika tidak ada semua Mata Pelajaran Inggris,Agama dan Olah raga harus di ajarkan oleh Guru Kelas tersebut.

Banyak bukan kemampuan yang harus dimiliki Guru Kelas, akan tetapi hal itu tidak menjadi sebuah hambatan atau sebuah alasan bagi Guru Kelas untuk tidak mengajar secara maksimal. untuk Saya yang dulu menjadi Guru Kelas semua hal itu menjadi kebiasaan dan menjadi kesenangan yang jika telah dilaksanakan semua itu tidak menjadi beban.

Perihal Administrasi, menjadi Guru Kelas tentunya banya administrasi yang perlu dimiliki mulai dari administrasi kelas hingga Administrasi lainnya. jika dilihat dari daftar Administrasi yang haru di miliki Guru kelas ternyata ada hampir 70 Aministrasi yang harus dimiliki Guru Kelas. Mulai dari Foto Presiden dan wakil, tata tertib di kelas, RPP, Silabus, Jurnal Harian, dan lainnya yang masih banyak. Semua itu saya kumpulkan satu demi satu dan dengan bantuan oleh teman sejawat di sekolah lainnya.

Menjadi Guru Kelas membuat kita harus memahami sifat semua siswa di dalam kelas dan kita pun harus membantu siswa kita yang memiliki masalah dengan temannya bahkan dengan keluarganya. semua itu saya kerjakan dan jalankan dengan penuh keiklasan demi memajukan pendidikan di negara kita.

Inti dari Artikel yang saya buat ini hanyalah untuk berbagi pengalaman kepada Guru lainnya, agar kita semua bisa berbagi pengalaman yang menyenagkan. semoga ini semua bisa membantu dan dapat bermanfaat bagi kita semua Guru Kelas dan Guru Mata Pelajaran, semua beban yang ada di pundak kita marilah kita kerjakan dan laksanakan sebaik mungkin agar dapat memajukan pendidikan negara kita ini.
Oktober 11, 2016